JAKARTA – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) memberikan apresiasi terhadap respons cepat yang ditunjukkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, dalam menangani dugaan kasus kekerasan fisik dan seksual yang dialami seorang atlet panjat tebing Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri PPPA, Arifah Fauzi, yang menyampaikan rasa prihatin dan empati mendalam atas peristiwa yang menimpa atlet tersebut. Ia menilai bahwa respons awal dari Kemenpora sangat penting sebagai bentuk komitmen untuk menjaga perlindungan terhadap atlet serta menciptakan lingkungan olahraga yang aman dan bermartabat.
“Kami mengapresiasi langkah cepat dan responsif dari Kemenpora dalam merespon dugaan kasus ini. Respon awal yang sigap merupakan bagian dari komitmen penting dalam memastikan perlindungan terhadap atlet, serta menciptakan lingkungan olahraga yang bebas dari kekerasan,” ujar Arifah.
Kementerian PPPA menekankan bahwa korban harus menjadi pusat utama dalam setiap proses penanganan kasus ini. Hal ini melibatkan pendampingan yang komprehensif, mulai dari layanan psikologis, medis, hingga pendampingan hukum. Selain itu, pihaknya juga mendorong perlindungan korban dari berbagai bentuk tekanan, intimidasi, atau stigma.
“Kami juga menekankan pentingnya penanganan kasus ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual. Proses hukum harus berjalan tanpa toleransi terhadap pelaku, sekaligus menjamin kerahasian dan keselamatan korban,” tambahnya.
Untuk memastikan penanganan kasus ini dilakukan secara serius, Kementerian PPPA akan berkoordinasi dengan Kemenpora, Kementerian/Lembaga terkait, Aparat Penegak Hukum, serta Organisasi Olahraga. Tujuannya adalah memperkuat sistem pencegahan kekerasan seksual di lingkungan olahraga.
Beberapa langkah yang akan diambil antara lain:
- Penguatan kebijakan perlindungan atlet melalui regulasi yang lebih ketat
- Pengembangan mekanisme pengaduan yang aman dan mudah diakses oleh atlet
- Edukasi tentang relasi kuasa dan pencegahan kekerasan seksual di kalangan pelatih, pelatih, dan pemangku kepentingan olahraga
Dengan upaya-upaya ini, diharapkan dapat menciptakan lingkungan olahraga yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh atlet, khususnya perempuan. Kementerian PPPA juga menegaskan bahwa semua pihak harus bersama-sama bekerja sama dalam menangani kasus seperti ini secara transparan dan berkeadilan.





