SEMARANG — Pemerintah akan memberikan diskon tarif sebesar 30 persen di semua ruas jalan tol pada H-9 Idulfitri 2026. Pengumuman ini disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat berada di Semarang, Jawa Tengah, pada Minggu (1/3/2026).
Dody menyebutkan bahwa pemberian diskon tersebut akan mulai berlaku pada H-8 dan H-9. Ia mengatakan bahwa kebijakan ini mirip dengan yang diberlakukan pada Lebaran 2025 lalu.
“Semua ruas jalan tol akan menerima diskon. Sama seperti tahun lalu, sama persis. Cuma kalau tahun lalu diskonnya 20 persen, sekarang 30 persen,” ujarnya.
Tujuan dari pemberian diskon tarif tol ini adalah untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas sebelum hari puncak mudik Lebaran. Dengan adanya diskon, diharapkan para pemudik bisa melakukan perjalanan lebih awal, begitu juga dengan keberangkatan kembali setelah liburan.
Sebelumnya, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp12,83 triliun untuk paket stimulus ekonomi kuartal I 2026. Paket stimulus ini mencakup beberapa program, antara lain:
- Diskon tiket transportasi
- Potongan tarif jalan tol
- Bantuan sosial (bansos)
Stimulus akan berlangsung selama periode Februari hingga Maret 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa dari total anggaran tersebut, sebesar Rp200 miliar dialokasikan untuk diskon transportasi. Sementara itu, anggaran untuk bansos mencapai sekitar Rp12 triliun.
Pemberian stimulus ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membantu masyarakat dalam menghadapi musim mudik. Dengan diskon tarif tol, diharapkan masyarakat lebih nyaman dalam melakukan perjalanan, terutama yang menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum.
Selain itu, bantuan sosial juga menjadi bagian penting dari stimulus ini. Bansos ini ditujukan untuk kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan finansial, terutama mereka yang tinggal di daerah terpencil atau memiliki penghasilan rendah.
Kebijakan ini juga menjadi langkah strategis pemerintah dalam menghadapi peningkatan aktivitas masyarakat selama bulan puasa dan Lebaran. Dengan adanya diskon dan bantuan sosial, diharapkan dapat mengurangi beban ekonomi masyarakat dan meningkatkan rasa kebersamaan serta keadilan.
Beberapa pihak berharap kebijakan ini tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Dengan arus lalu lintas yang lebih lancar dan biaya transportasi yang lebih terjangkau, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah melakukan perjalanan dan beraktivitas tanpa merasa terbebani.
Pemerintah juga akan terus memantau dampak dari stimulus ini, termasuk evaluasi terhadap efektivitas diskon tarif tol dan bantuan sosial. Hal ini dilakukan agar kebijakan yang diterapkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak menimbulkan masalah baru.
Dengan pendekatan yang lebih terarah dan berkelanjutan, pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada masyarakat, terutama dalam menghadapi situasi yang sering kali menjadi tantangan besar, seperti mudik Lebaran.





