Kenaikan Bantuan Hari Raya untuk Driver Ojol di Tahun 2026
Kabar baik datang bagi para driver ojek online (ojol) menjelang Hari Raya tahun 2026. Pemerintah telah memastikan bahwa Bantuan Hari Raya (BHR) untuk mitra pengemudi platform digital akan lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 2025.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli setelah melakukan pertemuan dengan sejumlah perusahaan aplikator di Jakarta, Jumat 27 Februari 2026. Menurutnya, para pengusaha platform angkutan digital menunjukkan komitmen yang kuat untuk meningkatkan nilai BHR tahun ini.
“Kemarin hasil pertemuan kita, mereka terus berkomitmen. Ada yang menyampaikan akan memberi lebih dari tahun lalu, dan itu tentu kita apresiasi,” ujar Yassierli.
Meski ada kenaikan, Yassierli menegaskan bahwa pemberian BHR tetap harus memperhatikan kondisi finansial masing-masing perusahaan. Model bisnis angkutan digital berbeda dengan hubungan kerja formal pada umumnya, sehingga skema pemberiannya pun menyesuaikan karakter kemitraan.
Perbedaan Kategori Penerima BHR
Ia menjelaskan bahwa kategori penerima BHR akan dibedakan berdasarkan tingkat keaktifan mitra. Misalnya, antara driver yang bekerja full time dan part time. Hal ini karena model bisnisnya memang tidak sama dengan pekerja biasa.
Pada tahun sebelumnya, besaran bonus hari raya diberikan berdasarkan produktivitas dan tingkat keaktifan driver dalam menjalankan layanan. Kementerian memperkirakan jumlah driver ojol dan pekerja gig aktif yang berpotensi menerima BHR tahun ini berkisar antara 1,2 juta hingga 1,5 juta orang. Mereka adalah mitra aktif yang secara konsisten menjalankan layanan, bukan yang bekerja paruh waktu atau sesekali.
Data tersebut menjadi dasar pembahasan dalam pertemuan pemerintah dengan aplikator. Meski komitmen kenaikan sudah ada, pemerintah masih akan menentukan apakah kebijakan BHR ini bersifat wajib atau berupa imbauan. Untuk itu, Kementerian Ketenagakerjaan akan melakukan konsultasi dengan Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat.
“Hari Senin atau Selasa kita akan bertemu, lalu melaporkan seluruh hasil pertemuan dengan aplikator,” kata Yassierli.
Pengaruh BHR terhadap Kesejahteraan Driver
Sebagai catatan, pada Lebaran 2025 lalu, Presiden Prabowo meminta perusahaan layanan angkutan digital memberikan bonus hari raya dalam bentuk uang tunai. Saat itu, sekitar 250.000 driver aktif menerima bonus, sementara 1 juta hingga 1,5 juta lainnya berstatus part time.
Bonus tersebut diberikan dengan mempertimbangkan tingkat keaktifan kerja masing-masing mitra. Kenaikan BHR 2026 menjadi angin segar bagi jutaan driver ojol yang menggantungkan penghasilan dari sektor ekonomi digital.
Di tengah dinamika industri transportasi daring, kebijakan ini dinilai sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan pekerja gig. Kini, para driver tinggal menunggu keputusan final terkait skema dan besaran resmi yang akan diumumkan setelah konsultasi dengan Presiden.
Jika komitmen aplikator terealisasi, Lebaran tahun ini berpotensi membawa senyum lebih lebar bagi para mitra pengemudi di seluruh Indonesia.





