Mertua Tyas, Mantan Sekjen Kementan Penerima LPDP, Ini Harta KeKayaannya

Pemeriksaan Mantan Sekjen Kementan 19ce9 Dom 1
Pemeriksaan Mantan Sekjen Kementan 19ce9 Dom 1

Sosok Syukur Iwantoro, Mantan Pejabat Kementerian Pertanian yang Kini Jadi Sorotan

Sosok mertua Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas, alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang viral karena pernyataannya yang dinilai menghina Indonesia, kini menjadi perbincangan publik. Ayah mertua Tyas adalah Syukur Iwantoro, mantan pejabat teras di Kementerian Pertanian RI. Sebagai mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan, ia memiliki karier yang cukup mentereng. Namun, kini kehidupan pribadinya ikut dikuliti warganet.

Syukur Iwantoro adalah ayah dari Arya Iwantoro, suami Tyas. Dengan menikahnya Arya dengan Tyas, Syukur pun menjadi mertua Tyas. Perilaku Tyas yang menyatakan bahwa anaknya tidak ingin menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), membuat kehidupan keluarga mereka menjadi sorotan. Hal ini juga berdampak pada kehidupan pribadi Syukur Iwantoro, yang kini menjadi objek perbincangan publik.

Harta Kekayaan Syukur Iwantoro

Dalam laporan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang terakhir kali dilaporkan pada 18 Maret 2019 saat masih menjabat Sekjen Kementan, Syukur Iwantoro tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp3 miliar. Berikut rincian harta kekayaannya:

Data Harta

A. Tanah dan Bangunan: Rp2.660.372.350
1. Tanah seluas 120 m² di Bekasi, hasil sendiri: Rp350.000.000

2. Tanah seluas 162 m² di Bekasi, hasil sendiri: Rp187.184.000

3. Tanah seluas 686 m² di Sumedang, hasil sendiri: Rp16.000.000

4. Tanah seluas 3.777 m² di Situbondo: Rp247.455.000

5. Tanah seluas 7.673 m² di Situbondo: Rp139.649.000

6. Tanah dan bangunan seluas 143 m²/88 m² di Bogor, hasil sendiri: Rp450.000.000

7. Tanah seluas 2.809 m² di Sumedang, hasil sendiri: Rp20.084.350

8. Bangunan seluas 34 m² di Jakarta Timur, hasil sendiri: Rp250.000.000

9. Bangunan seluas 33 m² di Bandung, hasil sendiri: Rp350.000.000

10. Bangunan seluas 25 m² di Jakarta Timur, hasil sendiri: Rp650.000.000

B. Alat Transportasi dan Mesin: Rp246.758.000
1. Motor Honda, tahun 2010, hasil sendiri: Rp4.000.000

2. Mobil Daihatsu Terios TX AT Adventure, tahun 2015, hasil sendiri: Rp160.000.000

3. Mobil Toyota Camry, tahun 2012, hasil sendiri: Rp82.758.000

C. Harta Bergerak Lainnya: Rp125.150.000

D. Surat Berharga: Rp.—

E. Kas dan Setara Kas: Rp81.490.122

F. Harta Lainnya: Rp.—

Sub Total: Rp3.113.770.472

Hutang: Rp20.000.000

Total Harta Kekayaan: Rp3.093.770.472

Karier dan Latar Belakang Syukur Iwantoro

Setelah purna tugas dari Kementan RI, Syukur Iwantoro kini menjabat sebagai Vice President Director PT RMI-Mitr Phol Group. Ia lulusan S-1 Ilmu Peternakan dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Di kampus yang sama, ia juga menyelesaikan pendidikan S-2 dalam bidang Perencanaan Wilayah dan Perdesaan. Saat menempuh pendidikan S-3, Syukur Iwantoro memilih mengambil jurusan MBA Agribisnis di Inggris, tempat anak dan menantunya tinggal saat ini.

Syukur Iwantoro lahir di Situbondo, Jawa Timur, pada 30 Mei 1959. Karier di Kementan telah membawanya ke berbagai posisi penting. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan Mutu Hasil Pertanian, Kepala Pusat Standardisasi dan Akreditasi Pertanian, serta Kepala Badan Karantin Pertanian. Selain itu, ia juga pernah menjadi Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Pemberdayaan Masyarakat Pertanian dan Investasi Pertanian.

Peristiwa yang Mengundang Sorotan

Nama Syukur Iwantoro tidak pertama kali disorot publik. Ia pernah menjadi sorotan karena diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2013. Saat itu, ia diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap impor daging sapi di Kementan. Pada 2019, ia juga diperiksa KPK dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait dugaan kasus suap pengurusan izin impor bawang putih.


Pos terkait