Mesin Sering Gonta-Ganti Oli, Bahaya? Ini Penjelasan Ahli

Aa1xlqgp 1
Aa1xlqgp 1

Bahaya atau Tidak, Ganti Merek Oli Bisa Dijadikan Pertimbangan

Pasar oli mesin kini semakin beragam dengan banyaknya merek dan jenis oli yang tersedia. Setiap merek biasanya memiliki formula dan teknologi yang berbeda-beda, sehingga pengguna sering kali bingung dalam memilih. Hal ini juga membuat sebagian orang lebih suka mengganti merek oli secara berkala.

Namun, pertanyaan muncul: apakah sering berganti merek oli bisa membahayakan mesin kendaraan? Menurut Tri Yuswidjajanto Zaenuri, ahli konversi energi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), hal tersebut tidak sepenuhnya berbahaya, asalkan beberapa syarat dipenuhi.

Jenis Oli yang Sama, Tidak Masalah

Yus menjelaskan bahwa perubahan merek oli hanya akan berdampak negatif jika jenis oli yang digunakan berbeda. Misalnya, jika sebelumnya menggunakan oli sintetik, lalu beralih ke oli mineral, atau sebaliknya, maka diperlukan langkah-langkah khusus agar tidak merusak mesin.

“Jika kamu ganti dari oli mineral ke oli mineral, atau oli sintetik ke oli sintetik, itu tidak masalah. Tapi harus pastikan oli yang lama benar-benar dikeluarkan habis,” ujarnya.

Perlu Pengurasan Jika Ganti Jenis Oli

Jika pengguna ingin beralih dari oli sintetik ke oli mineral, atau sebaliknya, maka diperlukan proses pengurasan yang baik. Proses ini bertujuan untuk menghindari kontaminasi antara oli lama dan baru.

“Penggantian boleh dilakukan, tapi saat penggantian harus dipastikan oli lama benar-benar terkuras dengan baik,” jelas Yus.

Cara Menguras Oli yang Benar

Bagaimana cara menguras oli dengan benar? Yus menyarankan langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan:

  1. Masukkan oli yang baru ke dalam mesin.
  2. Nyalakan mesin dan biarkan dalam kondisi idle selama 30 menit.
  3. Setelah itu, kuras oli yang baru tersebut dan ganti kembali dengan oli yang baru.

Meskipun terasa boros, langkah ini penting untuk mencegah adanya kontaminasi dari oli lama yang masih tersisa di dalam mesin.

Akibat Jika Tidak Dilakukan Pengurasan

Jika pengguna tidak melakukan pengurasan dengan benar, maka akan terjadi efek negatif pada mesin. Salah satu dampaknya adalah terbentuknya jel atau lumpur di bagian carter, yaitu tempat penyimpanan oli.

Selain itu, ada risiko lain seperti munculnya varnish, yaitu bercak menyerupai pelitur kayu yang menempel di bagian mesin. Efek ini bisa mengganggu kinerja mesin dan bahkan menyebabkan kerusakan jangka panjang.

Kesimpulan

Secara umum, mengganti merek oli tidak akan membahayakan mesin jika dilakukan dengan benar. Namun, perlu diperhatikan jenis oli yang digunakan dan cara penggantiannya. Jika mengubah jenis oli, pastikan oli lama benar-benar dikeluarkan dan proses pengurasan dilakukan dengan tepat.

Dengan memperhatikan hal-hal di atas, pengguna dapat menjaga kualitas oli dan melindungi mesin kendaraan mereka dari kerusakan yang tidak diinginkan.

Pos terkait