Microsoft, perusahaan teknologi besar asal Amerika Serikat, telah berhasil mencapai target konsumsi listrik 100 persen dari energi terbarukan pada tahun 2025 lalu. Target ini mencakup seluruh penggunaan listrik di pusat data, kantor, dan fasilitas lainnya yang berada di berbagai negara. Pencapaian ini menjadi bagian dari komitmen ambisius Microsoft sejak tahun 2020, yaitu mencapai negatif karbon atau penyerapan karbon lebih besar daripada yang dilepaskan pada tahun 2030. Selain itu, perusahaan juga menetapkan target untuk menghapus seluruh karbon yang telah dilepaskan selama operasionalnya pada tahun 2050.
Sejak mengumumkan komitmennya tersebut, Microsoft telah mengontrak sekitar 40 gigawatt (GW) pasokan energi terbarukan di 26 negara melalui kerja sama dengan lebih dari 95 utilitas dan pengembang. Kerja sama ini dilakukan melalui lebih dari 400 perjanjian. Kapasitas energi yang diperoleh setara dengan kebutuhan listrik sekitar 10 juta rumah di Amerika Serikat.
“Dari total yang dikontrak, 19 GW kini telah beroperasi, menyediakan pasokan energi bersih baru ke jaringan listrik,” ujar Melanie Nakagawa, Kepala Bagian Keberlanjutan Microsoft, dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Jumat (20/2). Sementara sisanya diperkirakan akan beroperasi dalam lima tahun ke depan.
Microsoft juga melakukan kerja sama besar-besaran dengan Brookfield untuk membangun 10,5 GW energi baru terbarukan di Amerika Serikat dan Eropa. Perjanjian ini menjadi pengadaan energi bersih terbesar sepanjang sejarah perusahaan.
Selain itu, Microsoft melaporkan adanya penurunan produksi karbon yang signifikan akibat penggunaan energi terbarukan. “Pengurangan emisi karbon dioksida Scope 2 yang dilaporkan sebesar sekitar 25 juta ton,” kata Melanie. Tidak hanya itu, investasi swasta bernilai miliaran dolar juga mulai mengalir ke wilayah-wilayah operasi Microsoft.
Strategi Microsoft Menuju Negatif Karbon 2030
Microsoft berkomitmen untuk mendorong pemanfaatan listrik bebas karbon secara lebih luas agar dapat mencapai target negatif karbon pada tahun 2030. “Kami menyadari peningkatan kebutuhan listrik dunia membutuhkan strategi dekarbonisasi yang seimbang dan menyeluruh untuk memenuhi pertumbuhan ekonomi global dan tujuan lingkungan,” ujar Melanie.
Perusahaan tidak menutup kemungkinan akan mengadopsi energi nuklir atau teknologi penangkapan karbon. Sebagai langkah awal, Microsoft telah bermitra dengan Helion dan Constellation Energy dalam proyek fusi 50 MW di negara bagian Washington. Selain itu, perusahaan juga menjalin kerja sama dengan Constellation untuk menghidupkan kembali Crane Clean Energy Center 835 MW di Pennsylvania.
Investasi dalam Inovasi Iklim
Melalui Climate Innovation Fund, Microsoft telah mengalokasikan modal sebesar US$806 juta kepada 67 perusahaan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 38 persen diarahkan ke sektor sistem energi, termasuk pengembangan listrik dan bahan bakar bebas karbon, penyimpanan energi, serta solusi manajemen energi. Investasi ini bertujuan untuk mendukung inovasi yang berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan transisi menuju energi bersih.
Komitmen Microsoft terhadap energi terbarukan dan pengurangan karbon memberikan contoh nyata tentang bagaimana perusahaan besar dapat memainkan peran penting dalam menghadapi tantangan iklim global. Dengan strategi yang terstruktur dan kolaborasi lintas sektor, Microsoft menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan hanya tanggung jawab lingkungan, tetapi juga peluang bisnis yang berkelanjutan.





