Minyak Langka di Jatim, Khofifah Sebut Penyalur Tak Punya NIB Jadi Penyebabnya

Aa1xmfqm 1
Aa1xmfqm 1



SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan pernyataan terkait temuan kosongnya ketersediaan Minyakita di sejumlah pasar tradisional yang berada di wilayah kerjanya. Menurutnya, penyebab utama dari tidak adanya stok Minyakita di 80% pasar tradisional yang dikunjunginya adalah karena adanya penyalur yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). NIB ini menjadi salah satu persyaratan utama untuk mendapatkan pasokan resmi dari Bulog.

“Terkait Minyakita, memang di banyak pasar stoknya kosong. Untuk menjadi penyalur Minyakita, pelaku usaha harus memiliki NIB,” ujar Khofifah dalam sebuah pernyataan.

Untuk mengatasi masalah ini, Khofifah telah memerintahkan jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur agar membantu para penyalur dalam memperoleh NIB. Tujuannya adalah agar Minyakita dapat kembali tersedia di pasar-pasar tradisional dan distribusi bisa berjalan lancar kembali.

“Ibu langsung meminta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Pak Iwan, membantu para penyalur agar bisa segera memiliki NIB karena itu merupakan salah satu persyaratan dari Bulog,” tegasnya.

Khofifah juga menjamin kelancaran distribusi bahan pokok selama Ramadan dan menjelang Idulfitri. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Bulog serta meluncurkan EPIK Mobile atau Etalase Pengendalian Inflasi Kabupaten/Kota. Mobil tersebut membawa berbagai bahan pangan yang bisa langsung disalurkan kepada masyarakat, sehingga dapat menjaga stabilitas harga bahan pangan.

“Mobil EPIK ini membawa beras, gula, dan Minyakita. Harapannya bisa menstimulasi stabilisasi harga, meningkatkan keterjangkauan, serta memastikan ketersediaan pasokan,” tuturnya.

Lebih lanjut, mantan Menteri Sosial RI tersebut menyatakan bahwa stok bahan pokok di Provinsi Jawa Timur saat ini masih dalam kondisi yang lebih dari cukup. Menurutnya, tantangan pemerintah saat ini adalah memastikan distribusi bahan pokok dapat berjalan tanpa hambatan dan tepat sasaran.

“Pada dasarnya, jumlah sembako bukan hanya cukup, tetapi melimpah. Tantangannya adalah memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Ternyata ada persyaratan administratif, seperti NIB bagi yang ingin menjadi penyalur Minyakita,” pungkasnya.

Sebelumnya, Khofifah mengungkapkan bahwa ketersediaan Minyakita di sejumlah pasar tradisional di wilayah kerjanya terpantau dalam kondisi mengkhawatirkan. Ia menemukan kondisi tersebut saat melakukan kunjungan kerja di sejumlah kabupaten/kota. Dirinya menjelaskan bahwa di tiap-tiap pasar yang dikunjunginya, Minyakita sebagian besar stoknya kosong atau sedang tidak tersedia.

“Minyakita di pasar yang saya tinjau itu sekitar 80% kosong. Karena itu, maksimalisasi suplai hari ini menjadi sangat penting,” ungkap Khofifah di sela-sela High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Kamis (26/2/2026).

Khofifah menyebut kondisi stok Minyakita yang kosong tersebut ditemukannya saat mengunjungi pasar-pasar tradisional di Kabupaten Pasuruan hingga Kabupaten Probolinggo. Hal serupa bahkan terjadi di daerah algomerasi, seperti Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo.

“Saya ke Pasuruan, Minyakita kosong. Ke Probolinggo juga sama [Minyakita kosong]. Di Surabaya beberapa titik juga demikian, di Sidoarjo juga. Kita harus lihat bersama apa kendalanya, kenapa suplai bisa seret,” ungkapnya.

Pos terkait