Misi Dagang Jatim-DKI Catat Transaksi Rp5,7 Triliun

334113
334113

Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur dengan DKI Jakarta Capai Rp 5,7 Triliun

Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan DKI Jakarta yang digelar pada Senin (2/3/2026) berhasil mencatatkan total komitmen transaksi final sebesar Rp 5.744.955.800.000. Angka ini menjadi pencapaian tertinggi dalam sejarah penyelenggaraan misi dagang Jatim baik di tingkat nasional maupun internasional. Sebelumnya, gelaran Misi Dagang Jatim-Jakarta pada tahun 2021 hanya mencapai Rp 750,44 miliar.

Total transaksi terdiri dari Jatim menjual ke Jakarta sebesar Rp 5.615.355.800.000 dan Jatim membeli dari Jakarta sebesar Rp 129.600.000.000. Berbagai komoditas yang diperdagangkan meliputi produk pertanian, perikanan, tekstil, makanan olahan, serta bahan baku industri. Di antaranya adalah Daging Unggas, Anak Ayam, Ternak Ayam, Biji Kopi, Fillet Dori, Aneka Olahan Seafood, Aneka Olahan Daging, Susu, Telur Ayam, Gula Kristal Putih, Pakan Ikan, Bantal Guling, Rokok, Produk Fashion / Tekstil, Saos, Kecap, Bumbu, Karpet Wisdom, Makanan ringan (Snack), Bantal Guling, Batik Tulis, Kayu Gergajian, Custom Resin, Verme Frame, Atap Salju, Sambal Bumbu, Pigale Chips, Ikan Hias Koi dan Koki, Cerutu, dan Domba. Sementara itu, Jatim membeli Daging Sapi dari Jakarta.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa angka tersebut menunjukkan bahwa hubungan dagang antara Jatim dan DKI Jakarta semakin berkembang dan memberi manfaat bagi pelaku usaha serta pertumbuhan ekonomi di kedua wilayah. Bahkan, provinsi lain di Indonesia juga turut merasakan dampak positif dari sinergi ini.

Agenda Rutin untuk Memperkuat Hubungan Dagang

Misi Dagang yang menjadi agenda rutin ini bertujuan untuk memfasilitasi pertemuan antara penjual dan pembeli guna memperlancar arus informasi barang dan pasar. Dengan demikian, potensi kesepakatan bisnis bisa lebih besar. Kegiatan ini berbentuk Government to Business dan Business to Business.

Khofifah menjelaskan bahwa langkah strategis Pemprov Jatim ini bertujuan untuk memperluas potensi sektor industri, agribisnis, dan investasi dalam rangka memenuhi substitusi impor (bahan baku) dan kebutuhan lainnya. Tujuannya adalah meningkatkan nilai perdagangan dalam negeri.

Data Neraca Perdagangan Jatim

Berdasarkan data Perdagangan Antar Wilayah Jawa Timur dengan seluruh Provinsi 2024, total nilai Perdagangan Jatim dengan DKI Jakarta adalah sebesar Rp 89,21 Triliun. Angka tersebut terdiri dari nilai bongkar atau beli dari Jakarta sebesar Rp 75,95 Triliun dan nilai muat atau jual ke Jakarta sebesar Rp 14,16 Triliun.

Produk yang diperdagangkan dalam misi dagang ini mencerminkan kekuatan dan kebutuhan masing-masing daerah. Khofifah menambahkan bahwa penguatan perdagangan antarwilayah merupakan bagian dari strategi besar Jawa Timur dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah.

Dari sisi perdagangan, Jawa Timur mencatat kinerja luar biasa dengan surplus neraca perdagangan sebesar Rp 167,53 triliun pada tahun 2025. Surplus ini menunjukkan kuatnya kinerja ekspor daerah serta daya saing produk Jawa Timur di pasar nasional maupun internasional.

Rekor Misi Dagang Jatim

Sejak 2019 hingga 2026, Jatim telah menggelar 49 kali Misi Dagang dalam negeri dengan total komitmen transaksi sebesar Rp 30,50 Triliun dari 2.153 transaksi, serta melibatkan 2.410 pelaku usaha. Selain itu, sejak 2022 hingga 2025, telah digelar enam kali Misi Dagang di Riyadh – Saudi Arabia, Kuala Lumpur – Malaysia, Dili – Timor Leste, Hong Kong, Osaka – Jepang, dan Singapura, yang menghasilkan potensi transaksi senilai Rp 5,896 Triliun dan memfasilitasi 68 pelaku usaha.

Sinergi untuk Pertumbuhan Ekonomi

Khofifah menekankan bahwa Jakarta sebagai pembuka pintu pasar yang lebih luas tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Oleh karena itu, partnership antara pelaku-pelaku usaha sangat penting untuk dibangun sinergi dan kolaborasi.


Pos terkait