Misteri Kematian Remaja di Plafon SMK Pariwisata Terungkap, Polisi: Sengatan Listrik

Whatsapp Image 2024 11 01 At 08.48.53 1
Whatsapp Image 2024 11 01 At 08.48.53 1

Penyebah Kematian Remaja di Plafon Sekolah Terungkap

Polres Belitung Timur akhirnya berhasil mengungkap penyebab kematian seorang remaja laki-laki berinisial MR (16) yang ditemukan di plafon SMK Pariwisata Manggar, Senin (2/3/2026). Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa korban meninggal akibat luka bakar akibat sengatan listrik kuat. Berdasarkan estimasi polisi, korban telah meninggal selama 24 hingga 48 jam sebelum ditemukan oleh guru honorer.

Penemuan Jenazah dan Bukti di Tempat Kejadian

Jasad MR pertama kali ditemukan oleh seorang guru honorer saat sedang membersihkan gudang pada Senin pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat ditemukan, tangan kiri korban masih memegang sebuah gunting, sedangkan kaki bagian ujungnya masih menempel pada kabel listrik dalam kondisi menyala. Hal ini menjadi indikasi kuat bahwa korban tersengat arus listrik.

Tim identifikasi menemukan korban dalam posisi tergantung dengan kaki tersangkut di rangka baja ringan bangunan. Kondisi ini menunjukkan bahwa korban langsung kehilangan kesadaran setelah arus listrik menjalar ke tubuhnya.

Hasil Visum dan Tanda-Tanda Kematian

Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah MR dievakuasi ke RSUD Muhammad Zein untuk menjalani visum oleh dr. Willy. Hasil pemeriksaan luar memperkuat temuan polisi di lapangan. Ditemukan luka bakar yang cukup jelas di bagian jempol tangan kanan korban, yang merupakan titik masuk atau keluar arus listrik. Selain itu, ditemukan juga tanda-tanda sianosis (bekas biru) pada wajah dan tubuh korban, yang merupakan ciri khas kematian akibat sengatan listrik tegangan kuat.

Dokter juga menegaskan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan benda tajam maupun tumpul pada tubuh remaja tersebut.

Estimasi Waktu Kematian

Berdasarkan kondisi fisik jenazah yang sudah mulai mengeluarkan aroma tidak sedap dan tingkat kaku mayat, polisi memperkirakan MR sudah meninggal dunia sejak 24 hingga 48 jam sebelum ditemukan. Ini berarti kemungkinan besar korban sudah berada di lokasi tersebut sejak Sabtu atau Minggu.

Motif Masih Didalami

Meskipun penyebab kematian sudah dipastikan karena listrik, polisi masih mendalami motif mengapa korban naik ke atas plafon dengan membawa gunting. Di luar ruangan, ditemukan dua buah meja yang disusun bertumpuk sebagai pijakan untuk memanjat ke arah plafon luar. Hal ini menunjukkan bahwa korban masuk ke area plafon melalui akses tidak resmi.

Sebagai informasi, korban dikenal cukup familiar dengan lingkungan SMK Pariwisata karena orang tua dan kakeknya bekerja di sekolah tersebut. Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Jenazah kini telah diserahkan kepada keluarga di Dusun Cemara 1 untuk dimakamkan.


Pos terkait