Mitigasi Longsor Pasirlangu: Penanaman Benih dengan Drone dan Pertukaran Lahan

Aa1xiuap
Aa1xiuap

Penggunaan Drone untuk Mitigasi Longsor di Desa Pasirlangu

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memulai upaya mitigasi terhadap area longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menebar benih tumbuhan menggunakan drone. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk upaya penguatan struktur tanah guna mencegah kemungkinan terjadinya longsoran susulan.

Menurut Sekda KBB, Ade Zakir, penyebaran benih tersebut dilakukan pada hari Jumat lalu. “Dari provinsi sudah menebar benih pakai drone per hari Jum’at lalu, untuk penghijauan, karena mungkin dikhawatirkan kalau belum ditanami jadi ada longsor lanjutan,” ujarnya pada Minggu (1/3/2026).

Ade Zakir menjelaskan bahwa aksi penghijauan ini merupakan arahan langsung dari pemerintah pusat maupun provinsi. “Arahan secara lisan barangkali dari Pak Menteri Pertanian, Menteri Kehutanan, Pak Gubernur, itu harus dihijaukan,” tambahnya.

Selain itu, kajian terhadap area longsor maupun area terdampak longsor masih dalam tahap pengkajian. Pemkab Bandung Barat juga sedang menunggu hasil kesepakatan musyawarah desa terkait opsi tukar guling aset Pemdes dengan tanah warga yang terdampak longsor.

“Sehingga tanah yang terdampak itu kan bisa dihijaukan. Dan (tanah) penggantinya bisa dihuni. Kita berharap seperti itu,” tutur Ade Zakir.

Dampak Bencana Longsor di Desa Pasirlangu

Tiga kampung di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat, diterjang longsor pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Bencana tersebut menimbulkan korban jiwa yang cukup besar. Sebanyak 80 warga setempat dilaporkan hilang dan diduga meninggal dunia akibat terjangan longsor.

Dari jumlah tersebut, baru 64 warga yang ditemukan dan berhasil dikonfirmasi oleh petugas. Hingga Jumat (27/2/2026), pemakaman massal dilakukan terhadap 10 jenazah korban longsor. Jenazah-jenazah tersebut berstatus belum teridentifikasi karena tidak ada kecocokan DNA antara jenazah dengan warga pelapor kehilangan.

Upaya Penanganan dan Pemulihan

Pemkab KBB terus berupaya untuk menangani dampak bencana longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu. Selain upaya mitigasi melalui penghijauan, pihak pemerintah juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mencari solusi terbaik bagi warga yang terdampak.

Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah tukar guling aset desa dengan tanah milik warga. Hal ini dimaksudkan agar tanah yang terdampak dapat segera dihijaukan, sementara tanah pengganti dapat digunakan untuk keperluan penduduk.

Meski begitu, proses kajian dan penyelesaian masalah ini masih membutuhkan waktu. Pemkab KBB berharap agar semua pihak dapat bekerja sama untuk memastikan keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat setempat.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Bencana longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu menjadi pengingat akan pentingnya tindakan preventif dan mitigasi bencana. Penggunaan teknologi seperti drone dalam penyebaran benih merupakan inovasi yang diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang.

Namun, tantangan tetap ada, termasuk dalam hal identifikasi korban dan penanganan aset yang terdampak. Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama untuk memastikan proses pemulihan berjalan lancar dan adil bagi seluruh warga yang terkena dampak bencana.

Pos terkait