Kecelakaan Tunggal di Jalan Poros Kendari-Kolaka
Pada malam hari tanggal 27 Februari 2026, terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah mobil boks dengan nomor polisi B 96** FXX. Kejadian ini berlangsung di Jalan Poros Kendari-Kolaka, tepatnya di Kelurahan Uepai, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Menurut informasi yang diperoleh dari warga setempat, mobil tersebut diduga kehilangan kendali saat melewati tikungan di dekat Tugu Anamolepo Uepai. Akibatnya, mobil mengalami kecelakaan tunggal dan terbalik, kemudian menabrak pohon di sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa yang Terjadi
Seorang warga Kelurahan Uepai bernama Samsa menyampaikan bahwa kecelakaan terjadi pada Jumat malam. Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi saat mobil sedang melintasi jalan menikung yang menjadi titik rawan di wilayah tersebut.
“Kejadiannya Jumat malam, pas di tikungan Tugu Anamolepo,” ujar Samsa saat dikonfirmasi oleh awak media pada Minggu (1/3/2026).
Ia menambahkan bahwa pengemudi mobil, yang merupakan seorang pria, berhasil keluar dari kendaraannya setelah dibantu oleh warga sekitar. Menurut keterangan Samsa, sopir mobil tersebut dalam kondisi selamat. Ia juga menyebutkan bahwa mobil tersebut sedang dalam perjalanan mengantar barang.
Kondisi Mobil Setelah Kecelakaan
Dalam foto yang diterima oleh awak media, terlihat kondisi mobil yang mengalami kecelakaan. Mobil boks tersebut dalam keadaan terbalik, namun lampu mobil masih menyala. Hal ini menunjukkan bahwa kecelakaan terjadi secara tiba-tiba dan mungkin tanpa adanya tanda-tanda kekacauan sebelumnya.
Lokasi kejadian berada sekitar 9 kilometer dari Markas Polres Konawe. Dengan menggunakan kendaraan bermotor atau mobil, waktu tempuh dari Kelurahan Uepai ke markas polisi sekitar 12 menit. Markas polisi ini terletak di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Puunaaha, Kecamatan Unaaha.
Informasi Tambahan
Meskipun kecelakaan hanya melibatkan satu kendaraan, insiden ini menunjukkan pentingnya kesadaran pengemudi dalam menghadapi jalanan yang berliku dan berpotensi membahayakan. Warga setempat berharap agar pihak berwajib dapat melakukan pengecekan lebih lanjut terhadap jalur-jalur yang sering menjadi titik rawan kecelakaan.





