Dominasi Varian Hibrida di Tengah Kelesuan Pasar Domestik
Data menunjukkan bahwa sepanjang Februari 2026, BYD berhasil menjual sebanyak 108.243 unit mobil hibrida (PHEV). Angka ini jauh mengungguli penjualan mobil listrik murni (BEV) yang hanya mencapai 79.539 unit. Fenomena ini membuktikan bahwa meskipun kedua kategori tersebut mengalami penurunan secara tahunan akibat libur panjang Imlek, daya serap pasar terhadap teknologi hibrida tetap jauh lebih kuat.
Berdasarkan laporan dari carnewschina.com, penurunan penjualan PHEV tercatat sebesar 44% secara tahunan, sementara BEV turun sebesar 36%. Namun, secara volume absolut, unit hibrida tetap memimpin portofolio kendaraan penumpang BYD. Hal ini mengindikasikan bahwa kepercayaan konsumen terhadap efisiensi bahan bakar yang dipadukan dengan tenaga listrik masih menjadi faktor penentu utama dalam keputusan pembelian di awal tahun ini.
Efek Pajak Baru dan Strategi Pembiayaan Bunga Rendah

Penjualan mobil listrik murni yang lebih rendah dibandingkan hibrida juga dipengaruhi oleh kebijakan pajak pembelian sebesar 5% yang mulai berlaku pada awal 2026 di China. Menghadapi tekanan ini, BYD tidak tinggal diam dan segera meluncurkan program pembiayaan bunga rendah dengan tenor hingga 7 tahun untuk merangsang minat beli masyarakat pada seluruh lini produk mereka, termasuk varian hibrida yang populer.
Struktur pasar yang lebih memihak pada PHEV ini memberikan napas bagi BYD untuk tetap menjaga arus kas di tengah transisi kebijakan pemerintah. Dengan biaya operasional yang lebih fleksibel bagi pengguna jarak jauh, mobil hibrida dianggap sebagai solusi paling masuk akal bagi konsumen yang ingin menghemat biaya bahan bakar namun belum sepenuhnya siap beralih ke ekosistem listrik murni yang sangat bergantung pada ketersediaan stasiun pengisian daya.
Ekspansi Global dan Inovasi Teknologi Pengisian Cepat

Di saat pasar domestik sedang bergejolak, performa ekspor BYD justru mencatatkan rekor positif dengan pengiriman 100.600 unit ke luar negeri pada Februari, naik 50,1% dibandingkan tahun lalu. Capaian ini menjadi bukti bahwa strategi global BYD mulai membuahkan hasil, di mana pasar internasional juga menunjukkan minat yang sangat tinggi terhadap efisiensi mesin-mesin hibrida dan listrik terbaru dari pabrikan Shenzhen ini.
Untuk memperkuat kembali daya tarik varian listrik murni agar bisa mengejar dominasi hibrida, BYD dikabarkan akan segera meluncurkan Blade Battery 2.0 dan fasilitas “Flash Charge” generasi kedua. Inovasi ini diharapkan mampu memberikan kecepatan pengisian daya yang lebih ekstrem, sehingga di masa depan, kesenjangan antara kenyamanan mobil hibrida dan kepraktisan mobil listrik murni dapat semakin diperkecil guna mendongkrak kembali angka penjualan secara keseluruhan.
Perluasan Lini Produk dan Pilihan yang Semakin Beragam
Selain fokus pada inovasi teknologi, BYD juga terus memperluas lini produknya untuk memenuhi berbagai kebutuhan konsumen. Salah satu contohnya adalah ATTO 3 Advanced Plus, yang baru-baru ini diluncurkan. SUV listrik ini menawarkan berbagai fitur canggih dan desain yang modern, sehingga menjadi pilihan yang semakin lengkap bagi para penggemar mobil listrik.
Dengan peningkatan penjualan di pasar domestik maupun ekspor, serta pengembangan teknologi yang terus berlangsung, BYD terus memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen kendaraan listrik terkemuka di dunia. Di tengah tantangan pasar yang dinamis, perusahaan ini terus menunjukkan ketangguhan dan kemampuan adaptasi yang luar biasa.





