Mobil Listrik Chery J6 dengan Pelat DC 1 A Viral di Mamuju
Sebuah mobil listrik yang digunakan oleh Bupati Mamuju, Sulawesi Barat, menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat setempat. Mobil tersebut memiliki pelat dinas DC 1 A, yang biasanya digunakan untuk kendaraan dinas jabatan bupati. Foto-foto yang beredar menunjukkan mobil Chery J6 dengan desain futuristik dan warna putih mutiara yang mencolok.
Mobil ini diketahui digunakan oleh Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi, saat melakukan safari Ramadan ke sejumlah kecamatan. Chery J6 adalah SUV listrik murni yang diproduksi oleh produsen otomotif ternama asal Tiongkok. Desain mobil ini terlihat sangat modern dengan bentuk kotak (boxy) yang memberikan kesan tangguh dan kuat. Bagian depan dilengkapi dengan lampu utama vertikal yang unik dan logo minimalis. Ban dengan profil tapak lebar dan velg hitam menambah kesan off-road pada mobil ini.
Di pasar otomotif Indonesia, Chery J6 ditawarkan dengan harga yang cukup tinggi, berkisar antara Rp 525,5 juta hingga Rp 615,5 juta. Harga yang mahal ini membuat banyak orang bertanya-tanya tentang urgensi pengadaan mobil baru dalam kondisi daerah yang disebut-sebut menghadapi tekanan fiskal akibat efisiensi anggaran.
Penjelasan dari Kepala BPKAD Mamuju
Kehadiran mobil listrik mewah ini sempat memicu reaksi dari warga Mamuju. Mereka mempertanyakan alasan pengadaan kendaraan baru, terutama ketika daerah sedang menghadapi tantangan anggaran. Namun, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mamuju, Irwan Idris, memberikan penjelasan bahwa mobil tersebut tidak dibeli menggunakan dana pemerintah daerah.
Irwan menjelaskan bahwa Bupati Sutinah menggunakan dana pribadi untuk pembelian kendaraan tersebut. Meskipun mobil ini memiliki pelat dinas, pengadaannya bukanlah bagian dari anggaran pemerintah daerah. “Ini bukan pengadaan pemda, ini pribadi,” ujarnya singkat.
Peran Mobil Dinas dalam Kegiatan Kedinasan
Meski mobil tersebut digunakan dalam agenda kedinasan, penggunaannya tetap menjadi sorotan. Bupati Sutinah, yang kini menjabat untuk periode keduanya, memilih mobil listrik sebagai kendaraan dinas. Hal ini menunjukkan adanya keinginan untuk mengadopsi teknologi ramah lingkungan dalam aktivitas pemerintahan.
Desain dan fitur mobil ini juga menarik perhatian publik. Warna putih mutiara dengan aksen hitam pada atap dan bagian lainnya memberikan tampilan yang sangat menonjol. Selain itu, mobil ini dilengkapi dengan teknologi canggih yang cocok untuk kebutuhan dinas pemerintah.
Reaksi Publik dan Isu Efisiensi Anggaran
Beberapa pihak mengkhawatirkan pengadaan mobil baru dalam situasi anggaran yang sedang diperketat. Mereka merasa bahwa uang rakyat seharusnya digunakan untuk kepentingan lebih mendesak, seperti pembangunan infrastruktur atau pelayanan kesehatan. Namun, BPKAD Mamuju telah memastikan bahwa pembelian mobil ini tidak menggunakan dana daerah.
Dengan penjelasan dari pihak terkait, harapan besar muncul bahwa penggunaan mobil dinas akan tetap transparan dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Selain itu, penggunaan mobil listrik juga bisa menjadi contoh positif dalam upaya mengurangi dampak lingkungan.
Kesimpulan
Penggunaan mobil listrik Chery J6 dengan pelat dinas DC 1 A oleh Bupati Mamuju menjadi topik hangat di kalangan masyarakat. Meskipun ada pertanyaan tentang urgensi pengadaan, pihak BPKAD telah menegaskan bahwa mobil tersebut dibeli menggunakan dana pribadi bupati. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan kendaraan dinas tetap dapat dilakukan tanpa mengganggu anggaran daerah. Dengan desain yang menarik dan teknologi canggih, mobil ini juga menjadi salah satu contoh inovasi dalam dunia transportasi.





