Modus pencurian 7 koper turis Thailand di Bromo terungkap, pintu Toyota HiAce dibobol

Aa1xkeb3 4
Aa1xkeb3 4

Modus Pencurian Koper Turis Thailand di Bromo Terungkap

Polres Probolinggo berhasil mengungkap kasus pencurian yang menimpa tujuh koper milik turis asal Thailand di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. Aksi pencurian ini dilakukan oleh tiga pelaku dengan modus operandi yang cukup canggih, yaitu membobol pintu bagian sopir dari mobil Toyota HiAce yang digunakan rombongan wisatawan tersebut.

Pelaku dan Peran Mereka

Ketiga tersangka yang ditangkap oleh Satreskrim Polres Probolinggo adalah Abdur Rohim (34) sebagai eksekutor utama, Edi Siswanto (46) sebagai otak kejahatan, serta Novita Fransiska (45) yang turut membantu dalam menghilangkan barang bukti. Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif, menjelaskan bahwa aksi pencurian terjadi di area parkir pintu masuk Desa Wonotoro, perbatasan dengan Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jatim.

Pelaku menyasar Toyota HiAce yang digunakan rombongan turis Thailand saat ditinggal mendaki ke puncak Bromo menggunakan jip wisata. Modus yang digunakan adalah dengan merusak kunci pintu mobil HiAce yang digunakan korban, lalu mengambil barang-barang dalam kendaraan tersebut.

Peristiwa Awal dan Penemuan Barang Hilang

Peristiwa bermula pada Minggu (15/2/26). Korban yang baru tiba dari Surabaya menginap di Probolinggo sebelum melanjutkan perjalanan ke Bromo dini hari. Setibanya di Pendopo Agung Ngadisari, korban dan rombongan berganti kendaraan ke jip wisata. Tas dan koper milik korban ditinggal di dalam mobil HiAce.

Pada sekitar pukul 11:30 WIB, rombongan terkejut mendapati pintu depan kanan HiAce telah rusak dan tidak terkunci. Setelah diperiksa, tujuh koper berisi kamera, tablet, iPhone, pakaian, hingga paspor telah raib. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Titik Terang Ditemukan

Titik terang mulai berpendar ketika salah satu barang elektronik korban yang berada di dalam koper memancarkan sinyal GPS. Sinyal GPS berhenti di sebuah rumah di Jalan Bogowonto, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Meski pada penggeledahan awal polisi tidak menemukan fisik koper, keterangan istri tersangka Edi berinisial NF menjadi kunci. NF mengakui adanya aktivitas penurunan koper di rumah tersebut pada hari kejadian.

Penangkapan dan Pengembangan Kasus

Penangkapan dilakukan secara bertahap. Polisi awalnya meringkus Abdur Rohim (RH) di kediamannya di Kecamatan Kedopok, (21/2/26) sore. Dari penyelidikan RH, diketahui bahwa aksi tersebut dilakukan atas perintah Edi Siswanto. Selanjutnya, polisi kemudian mengamankan ED (Edi) dan istrinya di Perumahan Pesona Graha Kencana. Pemeriksaan intensif dilakukan untuk mengungkap kasus ini secara tuntas.

Saat ini, para tersangka masih menjalani pemeriksaan mendalam di Mapolres Probolinggo. Polisi juga tengah menelusuri keberadaan barang bukti lain yang kemungkinan telah dijual atau dipindahkan oleh para pelaku.

Dampak terhadap Turis Thailand

Akibat kejadian ini, para turis asal Thailand tersebut sempat panik karena paspor mereka ikut hilang, sehingga harus segera mengurus dokumen kepulangan darurat di Mapolres Probolinggo. Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran akan keamanan saat melakukan perjalanan wisata, terutama di daerah yang sering dikunjungi oleh wisatawan asing.

Pos terkait