Mojtaba Khamenei, Putra Pemimpin Tertinggi Iran, Dikabarkan Jadi Pengganti Mendatang

181124 Mojtaba Khamenei 1
181124 Mojtaba Khamenei 1

Sosok Putra Ayatollah Ali Khamenei yang Disiapkan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran

Putra kedua Ayatollah Ali Khamenei, Seyyed Mojtaba Khamenei, dikabarkan telah disiapkan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru setelah ayahnya meninggal. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Mojtaba menjadi kandidat kuat dalam proses suksesi kekuasaan di Iran. Dalam peristiwa serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap kantornya di Teheran pada Sabtu (28/2/2026), Ali Khamenei tewas bersama sekitar 40 komandan senior. Anggota keluarganya, termasuk putrinya, menantu laki-lakinya, cucunya, dan menantu perempuannya, juga turut meninggal dalam insiden tersebut.

Persiapan untuk Penerus Pemimpin Tertinggi

Persiapan untuk menjadikan Mojtaba sebagai Pemimpin Tertinggi Iran telah dilakukan selama dua tahun terakhir. Meski pencalonan ini belum dikonfirmasi secara resmi, beberapa laporan menyebutkan bahwa Ayatollah Ali Khamenei mengisyaratkan Mojtaba sebagai calon penerus pada 2024, di tengah kekhawatiran atas kondisi kesehatannya. Selain itu, Majelis Pakar menggelar diskusi rahasia pada 26 September 2024 terkait isu suksesi. Khamenei dilaporkan meminta anggota terpilih untuk membahas persoalan tersebut secara pribadi.

Nama Mojtaba dikatakan mendapat dukungan kuat dari kalangan ulama berpengaruh. Meskipun ia dipandang sebagai kandidat potensial, keputusan akhir tetap berada di tangan Majelis Pakar, yang merupakan lembaga yang memiliki kewenangan memilih dan mengawasi Pemimpin Tertinggi Iran. Badan ini terdiri dari 88 ulama yang dipilih untuk menentukan otoritas keagamaan tertinggi negara.

Rekam Jejak Politik Mojtaba Khamenei

Mojtaba Khamenei sudah dikenal luas di kalangan politik dan keagamaan Iran. Ia dianggap memiliki kemampuan dalam teologi Islam serta mempertahankan pengaruh di lembaga keagamaan dan politik. Mojtaba kali pertama menjadi sorotan internasional saat krisis pemilihan presiden 2009. Pemilu tersebut dimenangi petahana garis keras Mahmoud Ahmadinejad atas penantang reformis Mir Hossein Mousavi. Para pemimpin oposisi menuding terjadi kecurangan pemilu secara meluas sehingga memicu protes massal di berbagai wilayah Iran.

Sejumlah pengamat dan analis meyakini, Mojtaba memainkan peran penting di balik layar dalam mengelola respons negara terhadap kerusuhan itu. Meskipun tidak memegang jabatan pemerintahan formal, pengaruh Mojtaba dilaporkan terus meningkat selama bertahun-tahun. Ia dikenal rendah diri dan jarang tampil di depan umum maupun menyampaikan pidato seperti ayahnya. Laporan menyebut orang-orang yang dekat dengannya menempati posisi di lembaga intelijen dan institusi negara utama. Kondisi tersebut memperkuat otoritas informal Mojtaba di dalam struktur kekuasaan Iran.

Pengaruhnya disebut semakin menguat setelah Ebrahim Raisi menjabat Presiden Iran. Spekulasi mengenai persiapan Mojtaba untuk peran kepemimpinan yang lebih besar pun menguat pada periode tersebut. Namun, kematian Raisi kemudian mengubah lanskap politik dan dinamika suksesi di Iran.

Peran Pemimpin Tertinggi di Iran

Posisi Pemimpin Tertinggi, yang dikenal sebagai Rahbar, merupakan otoritas tertinggi di Iran. Jabatan tersebut mengendalikan lembaga-lembaga utama negara, termasuk militer dan peradilan. Rahbar juga menjabat sebagai Panglima Tertinggi angkatan bersenjata, serta mengambil keputusan penting dalam pemerintahan, urusan militer, masyarakat, dan kebijakan luar negeri. Iran menjadi salah satu dari sedikit negara yang pemimpin agamanya memegang kekuasaan politik tertinggi.

Peran Pemimpin Tertinggi kerap disamakan dengan Paus di Vatikan, yang memegang otoritas keagamaan dan pemerintahan tertinggi. Sejauh ini, hanya dua tokoh yang pernah menduduki jabatan tersebut, termasuk Ayatollah Ali Khamenei yang menjabat selama 37 tahun sejak 1989, meneruskan tokoh Revolusi Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini. Keberadaan lembaga seperti Presiden, Parlemen, Dewan Penjaga, dan Majelis Pakar tidak mengurangi dominasi otoritas Pemimpin Tertinggi dalam struktur politik Iran.


Pos terkait