Momen Inspiratif Lansia Kediri Dibimbing Sinta Nuriyah Wahid

Kunjungan Istri Presiden ke Rumah Lansia Gusdurian Mojokutho

Pada hari Minggu, 1 Maret 2026 sore, Istri Presiden ke-4 Republik Indonesia (RI) Abdurrahman Wahid atau dikenal sebagai Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid melakukan kunjungan ke Rumah Bersama Kemanusiaan Gusdurian Mojokutho yang terletak di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Kunjungan ini menjadi momen hangat dan penuh kebersamaan di awal bulan Ramadan.

Kedatangan Sinta Nuriyah disambut dengan antusias oleh para penghuni rumah lansia, anak yatim, serta anak-anak istimewa yang tinggal dan dibina di tempat tersebut. Suasana haru dan bahagia menyelimuti pertemuan yang berlangsung secara sederhana namun penuh makna.

Dalam kesempatan tersebut, Sinta Nuriyah menyampaikan bahwa silaturahmi ini bertujuan untuk mempererat kebersamaan, khususnya dengan para lansia dan anak-anak yang membutuhkan perhatian serta dukungan moral. Ia menekankan pentingnya nilai-nilai akhlak yang baik dan budi pekerti yang luhur dalam menjalani puasa Ramadan.

“Jadi tentang puasa ini kita sama-sama diajarkan tentang akhlak yang baik dan budi pekerti yang luhur,” ucapnya di depan penghuni rumah lansia.

Selain bersilaturahmi, kegiatan ini juga diisi dengan penyaluran santunan kepada para lansia, anak hebat, dan anak istimewa dari kalangan kurang mampu. Bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.

“Di Indonesia kita hidup berdampingan dengan beberapa agama, ini adalah rumah kita,” imbuh Sinta. “Dengan kondisi ini, semuanya itu adalah saudara kita. Boleh berebut sesuatu asalkan tidak menghancurkan kesatuan dan persatuan bangsa. Pada hakikatnya kita adalah satu nusa satu bangsa satu bahasa,” pesannya.

Salah satu penghuni Rumah Lansia Gusdurian, Lamiyati mengaku sangat senang dapat bertemu langsung dengan Sinta Nuriyah. Ia berharap perhatian dan doa yang diberikan membawa keberkahan bagi seluruh penghuni. “Beliau berharap kondisi lingkungan dan para mbah-mbah di sini semakin sehat, tercukupi kebutuhannya dengan bantuan orang-orang baik,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Rumah Bersama Kemanusiaan Gusdurian Mojokutho, Anugrah Yulianto atau yang akrab disapa Antok Mbeler menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur dan relawan yang terus mendukung operasional rumah tersebut. Menurut Antok, dalam kegiatan ini sebanyak 92 penerima santunan mendapatkan bantuan, terdiri dari 50 lansia, 20 anak istimewa, 20 anak hebat, serta dua guru ngaji.

“Lansia menerima santunan uang tunai Rp 100 ribu, sementara anak-anak menerima Rp 50 ribu, sembako, alat tulis, dan makanan ringan,” jelasnya.

Rumah Lansia Gusdurian Mojokutho sendiri kata Antok telah berdiri sejak tahun 2008. Antok menegaskan, pembangunan dan operasional rumah tersebut murni dari semangat gotong royong masyarakat tanpa proposal bantuan resmi. “Semua bergerak karena kepedulian. Tidak ada proposal, ini murni dari orang-orang baik yang ingin berbagi,” ungkapnya.

Kehadiran Sinta Nuriyah menurut Antok bisa menjadi keistimewaan tersendiri dan memotivasi bagi para penghuni dan pengurus. Selain itu, momen Ramadan ini diharapkan semakin memperkuat nilai kemanusiaan, kebersamaan, serta semangat berbagi di tengah masyarakat Pare dan sekitarnya.




Pos terkait