Harga emas batangan PT Antam Tbk (ANTM) kembali mengalami peningkatan pada Jumat, 20 Februari 2026. Kenaikan ini terjadi seiring dengan penguatan harga emas global dan meningkatnya minat dari para investor menjelang Ramadan dan Lebaran.
Dari pantauan di laman Logam Mulia, harga emas batangan Antam hari ini melonjak sebesar Rp 28.000 menjadi Rp 2.944.000 per gram. Sebelumnya, harga emas batangan Antam pada hari Kamis (19/2/2026) naik sebesar Rp 4.000 menjadi Rp 2.916.000 per gram.
Peningkatan permintaan terhadap emas di pasar domestik tampaknya menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kenaikan harga emas tersebut. Pelaku pasar sedang memantau potensi peningkatan permintaan emas menjelang bulan puasa dan lebaran.
Lukman Leong, Chief Analyst Doo Financial Futures, menilai bahwa momentum musiman seperti Ramadan dan Lebaran memiliki potensi untuk mendorong permintaan emas di dalam negeri. Menurutnya, minat masyarakat biasanya meningkat menjelang hari raya besar.
“Harga Antam bisa lebih tinggi karena permintaan domestik. Diperkirakan harga domestik akan lebih tinggi sekitar 1%-3% dalam 1–2 minggu menjelang hari H,” ujar Lukman kepada media.
Namun, meski permintaan lokal dapat memberikan dorongan, Lukman menilai bahwa hal tersebut belum cukup kuat untuk mengangkat harga emas Antam ke level Rp 3 juta per gram dalam waktu dekat.
“Untuk menembus Rp 3 juta atau naik sekitar 11% dari harga sekarang hanya dari permintaan domestik tidak cukup,” jelas dia.
Menurut Lukman, pergerakan harga emas Antam masih sangat bergantung pada harga emas global. Dalam sebulan ke depan, harga emas internasional diperkirakan berada di kisaran US$ 5.100 – US$ 5.300 per ons troi, kecuali terjadi faktor besar seperti kesepakatan damai Iran yang bisa mengubah arah pasar.
Dengan proyeksi tersebut, Lukman memperkirakan harga emas global berpotensi naik sekitar 3%-6% dari posisi saat ini, ditambah premi domestik sekitar 2%.
Sehingga harga emas Antam menjelang akhir bulan Ramadan diperkirakan akan berkisar 5%-8% lebih tinggi dari sekarang, atau berada di kisaran Rp 2,8 juta hingga Rp 2,9 juta per gram.
Beberapa faktor eksternal juga tetap menjadi perhatian, termasuk situasi politik dan ekonomi global yang bisa memengaruhi fluktuasi harga emas. Meskipun demikian, tren peningkatan permintaan domestik tetap menjadi indikator penting bagi para pelaku pasar.
Selain itu, kebijakan moneter dan inflasi juga menjadi faktor yang harus diperhatikan. Perubahan suku bunga dan stabilitas nilai tukar rupiah dapat memengaruhi permintaan terhadap emas sebagai aset investasi.
Dengan kondisi pasar yang dinamis, investor dan masyarakat umumnya tetap memantau perkembangan harga emas secara berkala. Hal ini bertujuan untuk memastikan pengambilan keputusan yang tepat, baik dalam bentuk investasi maupun penggunaan emas sebagai alat tabungan.





