BANDUNG— Kenaikan harga sejumlah komoditas hortikultura berdampak terhadap kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Februari 2026. Hal ini menunjukkan perbaikan kondisi ekonomi petani di wilayah Jawa Barat.
Menurut data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, NTP mencapai angka 117,29 atau meningkat sebesar 1,40% dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu 115,67. Penyebab kenaikan ini dipengaruhi oleh situasi musim dan permintaan pasar, khususnya menjelang bulan Ramadan.
Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menjelaskan bahwa kenaikan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (IT) mengalami peningkatan sebesar 2,27%, sedangkan indeks harga yang dibayar petani (IB) hanya naik 0,85%. Perbedaan ini menunjukkan bahwa harga yang diterima petani lebih tinggi dibandingkan biaya produksi yang mereka keluarkan.
Beberapa komoditas hortikultura menjadi penyumbang utama kenaikan indeks harga yang diterima petani. Komoditas tersebut antara lain cabai rawit, cabai merah, dan gabah. Sementara itu, untuk indeks harga yang dibayar petani, kenaikan disebabkan oleh kenaikan harga daging ayam ras, cabai rawit, dan bawang merah.
Selain NTP, Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) juga mengalami kenaikan. Pada Februari 2026, NTUP tercatat sebesar 121,87, meningkat 2,08% dari Januari 2026. Kenaikan ini didorong oleh kenaikan indeks harga yang diterima petani sebesar 2,27%, sementara indeks biaya produksi dan penambahan barang modal hanya naik sebesar 0,18%.
Ari menjelaskan bahwa kenaikan biaya produksi disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kenaikan harga bibit ayam ras (DOC), upah perontokan, dan upah pemanenan. Meskipun kenaikan biaya produksi relatif kecil, hal ini tetap memberikan dampak terhadap kemampuan petani dalam mempertahankan laba usaha.
Berikut adalah beberapa faktor utama yang memengaruhi kenaikan NTP dan NTUP:
- Komoditas hortikultura seperti cabai rawit dan cabai merah mengalami kenaikan harga akibat permintaan yang meningkat menjelang Ramadan.
- Gabah juga menjadi salah satu komoditas yang berkontribusi pada kenaikan NTP, karena harga gabah cenderung stabil atau meningkat selama musim tanam.
- Biaya produksi yang meningkat, meski tidak signifikan, tetap berpengaruh terhadap kemampuan petani dalam mengelola usaha pertanian mereka.
Dengan kenaikan NTP dan NTUP, kondisi ekonomi petani di Jawa Barat terlihat lebih baik. Namun, para petani tetap perlu memperhatikan fluktuasi harga dan biaya produksi agar dapat menjaga stabilitas usaha pertanian mereka.





