Mudah Lelah Saat Puasa? Ini Menu Sahur dari Dr Tan Shot Yen yang Bantu Tetap Fokus

Aa1wwu6y
Aa1wwu6y

Pentingnya Menu Sahur yang Seimbang untuk Menghindari Rasa Kantuk Saat Puasa

Banyak orang mengeluhkan rasa kantuk saat berpuasa, terutama bagi mereka yang harus bekerja atau berkendara di pagi hari. Hal ini sering kali disebabkan oleh pola makan yang tidak seimbang selama sahur. Dokter dan ahli gizi masyarakat, Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum, menjelaskan bahwa kunci untuk menghindari rasa kantuk adalah dengan memperhatikan komposisi menu sahur yang bergizi seimbang.

Menurut Dr. Tan, jenis dan porsi makanan saat sahur sangat berpengaruh terhadap kestabilan energi sepanjang hari. Ia menekankan bahwa konsumsi makanan tinggi gula justru bisa menyebabkan rasa lemas dan penurunan konsentrasi beberapa jam setelah makan.

“Makanan tinggi gula dapat memicu lonjakan gula darah. Setelah itu, insulin bekerja keras untuk menurunkannya kembali. Proses inilah yang membuat konsentrasi anjlok,” ujarnya saat dihubungi ANTARA, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa sekitar dua jam setelah mengonsumsi makanan tinggi gula, kadar gula darah bisa melonjak tajam lalu turun secara cepat. Kondisi ini menyebabkan tubuh terasa lemas, mengantuk, dan sulit fokus. Oleh karena itu, Dr. Tan menyarankan agar sahur dilakukan dengan menu yang seimbang agar energi tetap stabil selama berpuasa.

Konsep Isi Piringku dalam Menyusun Menu Sahur

Dr. Tan menyarankan untuk melakukan sahur dengan menu yang lengkap namun sederhana. Ia menekankan pentingnya mengikuti konsep Isi Piringku, yang merupakan pedoman dari Kementerian Kesehatan untuk mendorong pola makan sesuai prinsip gizi seimbang.

Dalam konsep tersebut, separuh piring diisi sayuran dan buah sebagai sumber vitamin, mineral, serta serat. Sementara separuh lainnya diisi makanan pokok sumber karbohidrat dan lauk pauk yang mengandung protein nabati maupun hewani.

Komponen Menu Sahur yang Ideal

Menu sahur ideal sebaiknya mencakup tiga komponen utama, yaitu:

  • Karbohidrat sebagai sumber energi utama
  • Protein untuk mempertahankan rasa kenyang lebih lama
  • Sayur dan buah untuk membantu kestabilan metabolisme tubuh

Dengan mengatur komposisi makanan seperti ini, risiko mengantuk saat puasa dapat ditekan. Hal ini sangat penting untuk menjaga produktivitas dan keselamatan selama aktivitas pagi hari, termasuk berkendara dan bekerja. Dengan pola makan yang tepat, tubuh akan tetap segar dan siap menghadapi berbagai tantangan di bulan Ramadan.

Pos terkait