Mudik 2026: Macet dan Ancaman Teror Diingatkan Kapolri

Aa1eizoa 2
Aa1eizoa 2



Mudik tidak hanya menjadi fokus pada lalu lintas di jalur-jalur utama. Potensi ancaman teror selama masa arus mudik dan arus balik juga menjadi perhatian serius dari kepolisian. Hal ini disampaikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Auditorium Mutiara, STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Senin (2/3).

Menurut Sigit, isu terorisme tetap menjadi prioritas utama dalam pencegahan tindakan yang bisa membahayakan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa selama tahun 2023 hingga 2026, pihaknya berhasil mencegah berbagai aksi serangan teror.

“Kita terus melakukan berbagai upaya, termasuk preventive strike. Pada tahun 2025 kita berhasil mengamankan 51 tersangka terkait dugaan tindak pidana teror,” ujarnya.

Menjelang musim mudik, Polri terus memantau perkembangan kelompok-kelompok teror. Terlebih, saat ini sedang terjadi konflik di kawasan Timur Tengah yang dapat memicu geliat aktivitas teror.



“Saat ini kita masih terus mengikuti eksistensi kelompok teror. Ada sebanyak 13.252 target yang kita pantau. Ini menjadi perhatian kita karena adanya konflik global yang bisa memicu aktivitas teror,” kata Sigit.

Ia menambahkan, Iran telah mengibarkan bendera merah sebagai simbol pembalasan dan pertanda serangan. Hal ini menjadi tantangan besar bagi Densus 911 untuk menjaga status “Zero Terrorist Attack”.

Sigit menekankan pentingnya kerja sama antara polisi dan TNI dalam mencegah aksi-aksi teror selama periode mudik dan balik. Ia menyebutkan, tahun lalu pihaknya berhasil mengamankan tujuh orang target selama pelaksanaan mudik.

“Tolong ini betul-betul kerja sama yang baik dengan seluruh jajaran Intelijen. Selain itu, koordinasi dengan rekan-rekan dari TNI dan Pemerintah Daerah sangat penting dalam memantau pendataan ulang terkait kelompok-kelompok teroris dan aktif teror yang saat ini kita ikuti,” tuturnya.

Berikut beberapa langkah yang dilakukan oleh Polri dalam menghadapi ancaman teror selama musim mudik:

  • Peningkatan pengawasan

    Polri terus memantau 13.252 target terkait aktivitas teror. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada indikasi tindakan yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.

  • Kerja sama lintas institusi

    Kolaborasi antara Polri, TNI, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam memantau dan mencegah tindakan teror. Koordinasi ini melibatkan intelijen dan lembaga-lembaga lain yang terkait.

  • Pencegahan dini

    Upaya preventif seperti preventive strike dilakukan untuk mengidentifikasi dan menangkal ancaman sejak dini.

  • Evaluasi dan peningkatan kapasitas

    Setiap tahun, Polri melakukan evaluasi terhadap strategi pencegahan teror. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan responsif terhadap ancaman baru.

Dengan langkah-langkah tersebut, Polri berupaya memastikan keamanan masyarakat selama musim mudik dan arus balik. Tidak hanya fokus pada lalu lintas, namun juga pada pencegahan ancaman teror yang bisa terjadi kapan saja.

Pos terkait