Kecelakaan Moge yang Menewaskan Istri Pengusaha Rokok HS
Pada hari Minggu (1/3/2026) sore, seorang pengusaha muda bernama Muhammad Suryo, yang juga merupakan CEO dari Surya Group Holding Company dan pemilik bisnis rokok HS, mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Wates–Purworejo, tepatnya di wilayah Palihan, Temon, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kejadian ini terjadi saat ia sedang berkendara menggunakan motor gede (Moge) Harley Davidson bersama istrinya, Anis Syarifah (41), dalam rombongan touring motor.
Kecelakaan terjadi ketika Moge milik Suryo menabrak sepeda motor Jupiter MX yang sedang hendak menyeberang dari arah selatan ke utara. Akibat benturan keras tersebut, Anis Syarifah meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, korban anak dari pengendara Jupiter MX mengalami patah kaki kanan terbuka akibat terlempar hingga masuk ke dalam sungai di pinggir jalan nasional.
Latar Belakang Muhammad Suryo
Muhammad Suryo lahir di Lampung pada tanggal 27 Maret 1984. Ia dikenal sebagai pebisnis muda sekaligus CEO Surya Group Holding Company, yang memegang kendali atas berbagai lini usaha strategis seperti konstruksi, minyak dan gas, properti, serta maskapai penerbangan Fly Jaya. Sebelum sukses seperti sekarang, Suryo pernah menjadi penjual air galon isi ulang dan sopir rental untuk bertahan hidup.
Setelah lulus SMA, Suryo melanjutkan pendidikan sarjana di Yogyakarta. Kota pelajar tersebut menjadi titik awal ia membangun usaha secara mandiri. Ia pernah tinggal di kos 3×3 meter bersama tiga orang, tidur beralaskan karpet, dan naik bus ke kampus. Dengan semangat juang yang tinggi, ia berhasil membangun Surya Group menjadi salah satu perusahaan besar di Indonesia.
Di bawah kepemimpinan Suryo, Surya Group berkembang pesat dan menjadi payung bagi berbagai lini usaha. Pada tahun 2024, ia mendirikan pabrik rokok HS di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Pada Desember 2025, Suryo menerima penghargaan dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta sebagai alumni peduli karena dedikasinya menciptakan banyak lapangan pekerjaan.
Perkembangan Bisnis dan Target Pabrik Baru
Saat ini, Suryo memiliki banyak unit bisnis, termasuk perusahaan rokok HS, konstruksi, perkebunan, pertambangan, hingga maskapai penerbangan Fly Jaya. “Yang banyak mempekerjakan karyawan itu di pabrik rokok HS. Saat ini, saya sudah punya 3000 karyawan lebih. Dan tahun 2026 nanti, saya akan membangun pabrik baru dan ditargetkan menyerap 10.000 karyawan,” ujarnya.
Kemudian, operasional pabrik HS di Lampung Timur ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2026 dengan kebutuhan tenaga kerja sekitar 3.000 orang.
Detik-Detik Kecelakaan
Insiden terjadi saat Abdullah alias Aab dan anaknya, DN (10), hendak menyeberang jalan menuju Pripih untuk mencari takjil sekitar pukul 16.30 WIB. Benturan keras membuat DN terpental hingga masuk ke dalam sungai di pinggir jalan nasional. “Pas ditabrak itu, anak saya kelempar sampai ke kali. Deva tulangnya keluar di kanan. Sekarang masih dipantau dokter,” kata Aab saat ditemui di bangsal Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates.
Sebelum menyeberang, Aab sempat melihat mobil dari arah timur namun posisinya masih terhitung jauh. Secara tidak terduga, sebuah moge melaju kencang dari arah timur muncul dari balik mobil tersebut dan langsung menghantam motor yang dikendarai Aab. Kerabat korban, Sarah, mengaku ngeri melihat kondisi motor milik Aab yang remuk hingga ban motornya terlepas akibat tabrakan tersebut.
Penanganan dan Harapan Keluarga
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penanganan dan pendalaman terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut. Sementara itu, Muhammad Suryo dilaporkan dalam kondisi kritis dan dirujuk ke Jogjakarta International Hospital (JIH) untuk mendapatkan perawatan intensif. Pengendara Yamaha Jupiter MX mengalami patah tulang pada kaki kanan dan menjalani perawatan di RSUD Wates, Kulon Progo. Anak yang diboncengnya juga dirawat di rumah sakit yang sama.
Kedua korban saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Wates. Kerabat korban lainnya, Iyas, menyebutkan, ayah dan anak tersebut harus menjalani tindakan operasi tulang pada Senin pagi akibat luka serius yang dialami. “Keduanya harus melakukan operasi tulang pagi ini,” kata Iyas.
Pihak keluarga berharap proses pemulihan berjalan lancar agar DN yang berposisi sebagai striker di sekolah sepak bola (SSB) Karangwuluh itu bisa kembali mengejar cita-citanya. Sebelum kecelakaan, DN dikenal sebagai atlet belia berprestasi yang sempat mencetak dua gol dalam turnamen di Stadion Cangkring beberapa waktu lalu.





