MUI Sumsel Kecam Keras Serangan AS ke Iran: Sangat Tidak Manusia di Bulan Ramadan

Penolakan Terhadap Serangan AS di Bulan Ramadan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan penolakan terhadap serangan bersenjata yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap wilayah Iran, khususnya saat bulan suci Ramadan. MUI menilai tindakan tersebut tidak manusiawi dan bertentangan dengan semangat perdamaian yang seharusnya ditegakkan dalam kehidupan global.

Kyai Mahmudin, Sekretaris Umum MUI Provinsi Sumatera Selatan, mengungkapkan bahwa serangan tersebut sangat disayangkan karena terjadi pada masa ibadah puasa umat Islam. Ia menegaskan bahwa tindakan seperti ini tidak hanya melanggar prinsip kemanusiaan tetapi juga merusak harmoni dunia.

“Kami dari MUI Sumsel tentu sangat mengutuk keras serangan yang sangat tidak manusiawi ketika umat Islam sedang menjalankan ibadah Ramadan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia juga menyoroti dugaan pelanggaran komitmen perdamaian oleh AS dan Israel. Menurutnya, kesepakatan yang sebelumnya diharapkan mampu menciptakan stabilitas di kawasan Timur Tengah justru tidak berjalan sesuai harapan. Hal ini menunjukkan bahwa tujuan awal pembentukan forum seperti Board of Peace (BOP) atau Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden AS Donald Trump tidak sejalan dengan realitas di lapangan.

“Artinya memang tidak ada itikad baik untuk mewujudkan perdamaian di kawasan Timur Tengah,” tambahnya.

Kebijakan Pemerintah dan Konstitusi

MUI juga menekankan bahwa Indonesia memiliki amanat konstitusi untuk ikut serta dalam menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana tercantum dalam UUD 1945. Oleh karena itu, MUI meminta pemerintah mengambil sikap tegas terkait isu-isu yang berkembang.

Presiden Joko Widodo diminta mempertimbangkan untuk keluar dari keanggotaan Board of Peace karena dinilai tidak sesuai dengan visi dan misi awal pembentukannya. Ini menjadi langkah penting agar Indonesia tetap konsisten dengan nilai-nilai perdamaian yang dijunjung tinggi.

MUI juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia dan dunia untuk senantiasa menghormati hak asasi manusia, terutama bagi umat Islam yang sedang beribadah. Mereka menekankan bahwa agresi besar-besaran seperti itu sungguh melanggar prinsip dasar UUD 1945.

Kondisi Jamaah Umrah di Arab Saudi

Selain itu, MUI turut memperhatikan kondisi jamaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi. Pihaknya mendorong adanya diplomasi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi untuk memastikan keselamatan jamaah, terutama jika rute penerbangan dinilai tidak aman.

Apabila situasi keamanan belum memungkinkan, MUI menyarankan agar jamaah sementara ditampung di Arab Saudi atau dialihkan ke wilayah yang lebih aman. Bahkan, bila diperlukan, penyelenggaraan perjalanan umrah oleh KBIH dan travel dapat dihentikan sementara hingga situasi kondusif.

Persiapan Ibadah Haji

Sementara untuk pelaksanaan ibadah haji, MUI menyatakan optimistis bahwa penyelenggaraannya tetap berjalan sesuai program pemerintah dan dalam kondisi yang kondusif.

“Mudah-mudahan untuk haji sudah terprogram dengan baik dan nantinya berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan pemerintah,” kata Kyai Mahmudin.


Pos terkait