JAKARTA – Sektor multifinance menghadapi tantangan signifikan terkait refinancing pada tahun 2026. Total obligasi yang akan jatuh tempo mencapai Rp 33,93 triliun, dengan sekitar Rp 9,18 triliun di antaranya jatuh tempo pada kuartal pertama tahun ini. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan keuangan bagi pelaku sektor ini sangat besar, terutama di awal tahun.
Ahmad Nasrudin, Fixed Income Analyst dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), menjelaskan bahwa besarnya nilai jatuh tempo tersebut berpotensi mendorong penerbitan obligasi baru, terutama pada awal tahun. Ia menyatakan bahwa kebutuhan refinancing menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan aktivitas penerbitan obligasi oleh perusahaan multifinance.
“Dengan profil jatuh tempo yang cukup besar, kebutuhan refinancing akan menjadi salah satu pendorong utama penerbitan obligasi multifinance pada 2026,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tekanan terbesar terletak di awal tahun, mengingat nilai jatuh tempo pada kuartal pertama mendekati angka Rp 10 triliun. Kondisi ini memaksa pelaku sektor multifinance untuk menyiapkan strategi pendanaan yang lebih cermat agar likuiditas tetap terjaga.
Meskipun realisasi penerbitan pada Januari 2026 masih terbatas, Ahmad melihat adanya peningkatan aktivitas penerbitan pada sisa kuartal pertama tahun ini. Selain untuk tujuan refinancing, sebagian emiten juga berpotensi memanfaatkan momentum pasar untuk mengamankan pendanaan lebih awal.
Secara keseluruhan, total jatuh tempo sebesar Rp 33,93 triliun menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pasar obligasi korporasi. Jika kondisi yield dan permintaan investor tetap kondusif, penerbitan obligasi baru berpotensi mengimbangi bahkan melampaui nilai jatuh tempo yang ada.
“Strategi penerbitan kemungkinan dilakukan secara bertahap dan oportunistik, menyesuaikan kondisi pasar,” katanya.
Dengan tekanan refinancing yang besar, sektor multifinance diperkirakan tetap menjadi salah satu kontributor utama penerbitan obligasi korporasi sepanjang 2026. Pelaku sektor ini harus mampu mengelola risiko keuangan dengan baik agar tetap stabil dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Beberapa langkah penting yang dapat diambil oleh pelaku multifinance antara lain:
- Membangun hubungan yang kuat dengan investor dan lembaga pemeringkat untuk memperkuat kepercayaan pasar.
- Memperluas sumber pendanaan dengan mempertimbangkan opsi seperti pinjaman bank, skema sindikasi, atau pendanaan alternatif.
- Mengoptimalkan penggunaan dana yang telah diperoleh untuk memastikan efisiensi operasional dan pertumbuhan bisnis.
Dengan persiapan yang matang dan strategi yang tepat, sektor multifinance diharapkan mampu melewati tantangan refinancing di tahun 2026 dan tetap menjadi bagian penting dari pasar obligasi nasional.





