Insiden Baku Tembak di Nabire, Seorang Prajurit TNI Terluka
Pada hari Minggu (1/3/2026), terjadi insiden baku tembak antara aparat keamanan gabungan TNI dan Polri dengan kelompok pro-kemerdekaan Papua (OPM) di Distrik Nabire, Kabupaten Nabire. Insiden ini berlangsung dalam rangka operasi penindakan terpadu yang melibatkan Satgas Rajawali 4 dan Satgas Operasi Damai Cartenz.
Dalam peristiwa tersebut, seorang prajurit TNI dari Satgas Rajawali, Pratu Mulyado Chandra, mengalami luka tembak di bagian kaki kiri. Korban segera dievakuasi menggunakan helikopter Bell menuju Kabupaten Mimika untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. Pihak berwenang juga melaporkan bahwa pascaevakuasi, tim gabungan tetap melanjutkan pengejaran terhadap kelompok pimpinan Daniel Aibon Kogoya yang melarikan diri ke arah hutan.
Penyitaan Logistik Militer
Meski terjadi korban luka di pihak aparat, operasi ini berhasil mengamankan sejumlah besar logistik militer yang ditinggalkan oleh kelompok tersebut. Petugas menyita sedikitnya 362 butir amunisi kaliber 5,56×45 mm, 83 butir kaliber 7,62×39 mm, serta puluhan amunisi berbagai ukuran lainnya, termasuk jenis peluru karet dan hampa.
Selain amunisi, aparat juga mengamankan empat magazen AK-101, enam magazen SS1, sejumlah atribut organisasi, serta uang tunai senilai Rp 79,7 juta. Wakil Panglima Komando Operasi (Wapang Ops) Habema, Brigadir Jenderal TNI Riyanto, mengonfirmasi keberhasilan penindakan tersebut.
Ia menegaskan bahwa operasi ini merupakan bentuk nyata sinergitas antara TNI dan Polri dalam menjaga kedaulatan di wilayah Papua Tengah. “Penindakan ini dilakukan oleh Satgas Rajawali bersama Satgas Ops Damai Cartenz. Ini adalah sinergitas yang sangat baik dan perlu dijaga,” ujar Riyanto saat memberikan keterangan resmi di lokasi pengamanan barang bukti.
Riyanto juga menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pendataan barang bukti secara saksama guna menghindari kekeliruan dalam pelaporan resmi ke komando atas.
Situasi Terkini di Kampung Kali Harapan
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Kampung Kali Harapan dilaporkan masih dalam pengawasan ketat aparat keamanan guna mengantisipasi serangan balasan. Operasi penindakan terpadu ini menjadi bukti komitmen pihak berwenang dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Provinsi Papua Tengah.
Daftar Barang Bukti yang Disita
- 362 butir amunisi kaliber 5,56×45 mm
- 83 butir amunisi kaliber 7,62×39 mm
- Puluhan amunisi berbagai ukuran lainnya, termasuk peluru karet dan hampa
- Empat magazen AK-101
- Enam magazen SS1
- Sejumlah atribut organisasi
- Uang tunai senilai Rp 79,7 juta





