Dua Kelompok Jemaah Umrah Asal Tulungagung Tertahan di Arab Saudi
Dua kelompok jemaah umrah asal Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, terjebak di Arab Saudi akibat konflik antara Iran dan negara-negara lain seperti Amerika Serikat. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran bagi keluarga para jemaah, namun pihak berwenang memastikan bahwa semua dalam kondisi aman dan terpantau.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tulungagung, Suryani, menyampaikan bahwa ada dua rombongan jemaah umrah yang masih berada di Arab Saudi. Ia mengatakan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi tersebut.
- Rombongan pertama terdiri dari sekitar 40 orang yang berangkat bersama biro perjalanan Menara Kamila Tulungagung.
- Rombongan kedua berasal dari biro perjalanan luar daerah, sehingga jumlah pasti warga Tulungagung yang ikut tidak dapat diketahui secara pasti.
Menurut rencana, satu rombongan akan kembali ke Indonesia pada 22 Maret 2026, sedangkan rombongan lainnya akan pulang setelah Idulfitri. Suryani berharap kondisi segera membaik agar jemaah dapat kembali sesuai jadwal.
Komunikasi Intensif dengan Pihak Terkait
Suryani menjelaskan bahwa pihaknya selalu berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah RI untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah. Selain itu, pemerintah juga berkomunikasi intensif dengan maskapai penerbangan dan biro perjalanan terkait penjadwalan ulang penerbangan.
- Pihak Kementerian dan perwakilan RI di Riyadh serta Jeddah terus berkomunikasi dengan jemaah.
- Semua jemaah dalam kondisi baik dan aman, meskipun situasi politik di wilayah tersebut masih memicu ketidakpastian.
Keluarga yang khawatir diminta untuk tetap tenang dan tidak panik. Suryani menyarankan keluarga untuk berkomunikasi langsung dengan biro perjalanan masing-masing karena biro tersebut adalah pihak yang selalu mendampingi jemaah dan tahu kondisi mereka secara detail.
Keamanan dan Kesejahteraan Jemaah
Secara umum, jemaah umrah asal Tulungagung dianggap aman dan nyaman di Arab Saudi. Suryani menekankan bahwa semua jemaah dalam perlindungan Allah SWT, dan pihak berwenang terus memastikan kebutuhan mereka terpenuhi.
- Jemaah diberi informasi terkini mengenai situasi yang terjadi.
- Biro perjalanan bertanggung jawab atas pengawasan dan pelayanan jemaah selama berada di luar negeri.
Patuhi Imbauan dan Tetap Tenang
Suryani mengimbau kepada para calon jemaah umrah asal Tulungagung untuk tetap mematuhi arahan dari Kementerian Haji dan Umrah. Ia menegaskan bahwa beberapa penerbangan ke Arab Saudi telah mengalami penundaan atau penjadwalan ulang.
- Biaya penerbangan dan jadwal perjalanan bisa berubah sewaktu-waktu.
- Oleh karena itu, biro perjalanan diminta untuk terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan.
Suryani menutup pernyataannya dengan pesan agar jemaah tidak langsung berangkat ke bandara tanpa memastikan ketersediaan penerbangan. Ia menekankan pentingnya komunikasi dan kesiapan informasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.





