Nasib 40 Jemaah Umrah Semarang di Tengah Konflik Timur Tengah, Diusahakan Pulang Tepat Waktu

Jadwal Imsak Puasa Ramadhan 2024 Di Semarang Kamis 14 Maret 2024
Jadwal Imsak Puasa Ramadhan 2024 Di Semarang Kamis 14 Maret 2024

Kecemasan di Kalangan Penyelenggara Umrah Akibat Konflik Timur Tengah

Kekacauan yang terjadi di kawasan Timur Tengah kini mulai memengaruhi kepercayaan dan persiapan penyelenggara perjalanan ibadah umrah. Salah satu perusahaan travel, Hasanah Tour and Travel Semarang, mengungkapkan rasa khawatir mereka terkait kondisi saat ini, terutama mengenai kepulangan jemaah dan jadwal keberangkatan berikutnya.

Rita, Kepala Cabang Utama Hasanah Tour and Travel Semarang, mengatakan bahwa saat ini masih ada satu rombongan umrah yang berjumlah sekitar 40 orang sedang berada di Tanah Suci. Rombongan tersebut berangkat pada tanggal 28 Februari dan dijadwalkan kembali ke Indonesia sekitar 8 Maret 2026. Meski belum ada tanda-tanda tertahan, Rita tetap merasa was-was terkait kemungkinan adanya perubahan jadwal kepulangan.

“Kalau dibilang tertahan, belum. Karena memang rangkaian ibadahnya belum selesai. Tapi jujur saja, tetap ada rasa khawatir, terutama soal apakah nanti bisa pulang sesuai jadwal atau tidak,” ujarnya.

Dari laporan yang diterima, hingga kini kondisi di Mekkah dan Madinah masih relatif aman. Aktivitas ibadah berjalan normal tanpa ada gangguan keamanan dari jemaah. Rita menyebut bahwa situasi di lapangan masih baik, namun kekhawatiran muncul dari berita-berita konflik yang datang dari luar.

Rencana Keberangkatan Berikutnya

Selain rombongan yang sedang berada di Tanah Suci, Hasanah Tour juga memiliki rencana keberangkatan umrah pada tanggal 7 Maret dan 30 Maret 2026. Setiap keberangkatan akan membawa sekitar 35 orang jemaah. Namun, Rita mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu kepastian untuk keberangkatan tanggal 7 Maret.

“Yang bikin kami lebih waswas justru yang akan berangkat. Untuk tanggal 7 Maret ini masih menunggu kepastian. Situasinya masih kami pantau terus,” jelasnya.

Penerbangan yang digunakan oleh Hasanah Tour adalah rute langsung dari Jakarta menuju Jeddah, sehingga tidak melewati jalur transit yang dilaporkan terdampak penutupan wilayah udara seperti Singapura, Dubai, maupun Qatar. Hal ini menjadi salah satu alasan utama mengapa pihaknya tetap optimis bisa melakukan keberangkatan sesuai jadwal.

“Kami direct Jakarta–Jeddah. Jadi tidak lewat rute yang closed total. Harapannya masih bisa berangkat, tapi kami tetap siapkan langkah antisipasi,” ujarnya.

Persiapan dan Koordinasi dengan Pihak Terkait

Sebagai langkah pengamanan, pihak Hasanah Tour terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan dan pihak hotel untuk mencari solusi terbaik jika terjadi perubahan jadwal atau skenario terburuk. Rita menyatakan bahwa mayoritas jemaah berasal dari Jawa Tengah, meskipun beberapa di antaranya berasal dari provinsi lain di Indonesia.

Harapan Rita adalah agar pemerintah Indonesia dapat mengambil peran aktif dalam menjaga situasi tetap kondusif dan membantu memastikan kelancaran perjalanan ibadah ke Tanah Suci.

“Harapan kami sederhana, situasi segera terkendali. Jemaah bisa beribadah, pulang, dan berangkat dengan aman, tanpa dihantui rasa cemas,” pungkasnya.


Pos terkait