Nasib Kapal Tanker Minyak yang Masuk Selat Hormuz Iran, Satu Dihancurkan

Iran Sita Kapal Tanker Kedua Di Selat Hormuz 169
Iran Sita Kapal Tanker Kedua Di Selat Hormuz 169

Kapal Tanker Minyak Tenggelam di Selat Hormuz

Sebuah kapal tanker minyak tenggelam setelah ditembak saat mencoba melintasi Selat Hormuz, Minggu (1/3/2026). Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Akibatnya, Selat Hormuz ditutup oleh Teheran.

Stasiun televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa nasib kapal tanker yang dihantam saat mencoba melewati Selat Hormuz secara ilegal adalah tenggelam. Namun, menurut laporan AFP, tidak ada informasi lebih lanjut tentang identitas kapal tersebut atau sumber penembakan.

Rekaman yang disiarkan stasiun televisi itu memperlihatkan asap hitam tebal membubung dari kapal tanker yang terbakar di tengah laut. Peristiwa ini terjadi saat Iran terlibat aksi saling serang dengan AS dan Israel, setelah kedua negara melancarkan serangan gabungan pada Sabtu (28/2/2026) yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Pentingnya Selat Hormuz

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia. Sekitar seperempat minyak dunia yang diangkut melalui laut dan seperlima dari total perdagangan gas alam cair global melintasi selat tersebut.

Sehari sebelumnya, Garda Revolusi Iran (IRGC) memperingatkan bahwa jalur air itu tidak aman menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel. IRGC juga menyatakan bahwa Selat Hormuz ditutup bagi kapal-kapal karena kondisi keamanan yang memburuk.

Lokasi dan Fungsi Geografis Selat Hormuz

Secara geografis, Selat Hormuz terletak di antara Oman dan Iran serta menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Pada titik tersempitnya, lebar selat ini hanya sekitar 33 kilometer dengan masing-masing jalur pelayaran sekitar 3 kilometer untuk dua arah, sehingga lalu lintasnya padat dan berisiko, seperti dikutip dari DW Indonesia.

Posisi Iran di pantai utara Selat Hormuz memberi Teheran kendali atas jalur-jalur utama menuju selat tersebut. Kondisi ini membuat Iran memiliki pengaruh signifikan terhadap jalur pelayaran yang dilalui sebagian besar ekspor minyaknya sendiri dan sebagian besar pasokan energi dunia.

Volume Pengangkutan Energi

Volume besar minyak mentah dari negara-negara OPEC seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak yang diproduksi di kawasan Teluk Persia mengalir melalui selat ini sebelum dikonsumsi secara global. Menurut data Vortexa, sekitar 20 juta barel minyak mentah, kondensat, dan bahan bakar melintasi Selat Hormuz setiap hari.

Qatar sebagai salah satu produsen gas alam cair (LNG) terbesar di dunia juga sangat bergantung pada selat tersebut untuk mengekspor LNG-nya. EIA memperkirakan sekitar 82 persen pengiriman minyak mentah dan bahan bakar lain yang melewati Selat Hormuz ditujukan ke konsumen di Asia.


Pos terkait