Negara Pendukung Serangan Israel-AS ke Iran: Perpecahan di Amerika Serikat

P07zm9b7 56
P07zm9b7 56

Berita Terpopuler di Tribun Jatim pada Senin, 2 Maret 2026

Beberapa berita menarik telah menjadi viral dalam beberapa hari terakhir. Salah satu topik utamanya adalah tindakan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang melakukan serangan ke Iran pada Sabtu (28/2/2026), didukung oleh sejumlah negara. Serangan ini terjadi setelah kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada dini hari hari itu.

Setelah kematian Pemimpin Tertinggi, Iran mengalami krisis suksesi. Jabatan tersebut kini diisi oleh Presiden Iran, ketua pengadilan, dan anggota Dewan Wali Iran yang akan menjalankan tugas Pemimpin Tertinggi. Dalam konstitusi Iran, Majelis Pakar yang beranggotakan 88 orang akan memilih dan mengawasi pemimpin tertinggi. Namun, proses ini dikontrol secara ketat dan terbatas dalam lingkaran rezim.

Di sisi lain, sebagian besar warga Amerika Serikat menyatakan ketidaksetujuan terhadap serangan militer yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Meskipun Presiden AS Donald Trump menyebut operasi tersebut sebagai kemenangan besar melawan “kejahatan”, hasil survei terbaru menunjukkan dukungan publik relatif rendah. Survei yang dirilis Reuters bersama Ipsos pada Minggu (1/3/2026) menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil warga AS yang mendukung operasi gabungan AS-Israel tersebut.

Negara-Negara yang Mendukung Serangan AS-Israel ke Iran

Dalam serangan AS-Israel ke Iran, beberapa negara memberikan dukungan. Berikut adalah daftar negara-negara yang mendukung tindakan tersebut:

  1. Amerika Serikat

    Duta Besar AS Mike Waltz mengatakan bahwa tujuan serangan adalah untuk melumpuhkan kemampuan rudal Iran dan melemahkan aset angkatan laut yang digunakan untuk mengacaukan perairan internasional. Ia juga menyebut bahwa serangan tersebut bertujuan untuk mengganggu mekanisme yang mempersenjatai milisi proksi dan memastikan bahwa Iran tidak dapat mengancam dunia dengan senjata nuklir.

  2. Israel

    Duta Besar Israel Danny Dannon menyatakan bahwa serangan tersebut bertujuan untuk menghentikan ancaman terhadap Israel dan menjaga stabilitas global.

Selain AS dan Israel, beberapa negara lainnya juga disebut mendukung serangan tersebut. Namun, detail lengkap mengenai negara-negara tersebut masih dalam pemeriksaan lebih lanjut.

Daftar Nama Kandidat Pengganti Pemimpin Tertinggi Iran

Setelah kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, Iran mengalami krisis suksesi. Jabatan tersebut kini diisi oleh Presiden Iran, ketua pengadilan, dan anggota Dewan Wali Iran yang akan menjalankan tugas Pemimpin Tertinggi.

Menurut konstitusi Iran, Majelis Pakar akan memilih dan mengawasi pemimpin tertinggi. Ada dua skenario yang ditetapkan untuk penggantian tersebut. Pertama, Ali Khamenei sebelum meninggal memberikan empat nama. Kedua, selama periode transisi, akan ada dewan yang terdiri dari empat orang yang menjalankan negara sampai pemimpin baru terpilih.

Proses ini dikontrol secara ketat dan perencanaan yang lama serta terbatas dalam lingkaran rezim. Kandidat untuk badan tersebut diperiksa oleh Dewan Penjaga yang anggotanya diangkat secara langsung atau tidak langsung oleh pemimpin tertinggi.

Suara Publik di Amerika Serikat Usai Serangan ke Iran

Survei yang dilakukan oleh Reuters bersama Ipsos menunjukkan bahwa sebagian besar warga Amerika Serikat tidak setuju dengan serangan militer yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Hanya 27 persen responden yang setuju, sedangkan 43 persen tidak setuju. Sementara itu, 29 persen merasa ragu-ragu atau tidak yakin.

Data tersebut menegaskan bahwa meski 90 persen responden telah mendengar berita mengenai serangan yang menewaskan Khamenei, namun dukungan publik tetap rendah. Lebih jauh lagi, sekitar 56 persen warga AS berpandangan bahwa Presiden Trump terlalu “ringan tangan” atau terlalu bersedia menggunakan kekuatan militer demi memajukan kepentingan AS di luar negeri.

Sentimen ini tidak hanya datang dari kubu lawan politik, tapi juga mulai merambah ke internal partai Republik yang mengusung Trump:

  • Partai Demokrat: 87 persen menganggap Trump terlalu agresif
  • Independen: 60 persen memegang pandangan serupa
  • Partai Republik: 23 persen (hampir satu dari empat) mulai meragukan kebijakan militer Trump

Informasi Lengkap dan Menarik Lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya bisa ditemukan di Google News.

Pos terkait