Negara Timur Tengah Terdampak Perang AS-Israel vs Iran

Aa1xj53n 3
Aa1xj53n 3

Serangan Besar-Besaran yang Mengguncang Timur Tengah

Pada hari Sabtu (28/2/2026), Amerika Serikat (AS) bersama Israel melakukan serangan besar-besaran ke Teheran. Presiden Donald Trump mengklaim bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menggulingkan rezim Iran, menghancurkan program nuklir negara tersebut, serta melumpuhkan kekuatan militer Iran. Dalam pernyataannya melalui media sosial, Trump menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam pengeboman kompleks kediamannya.

Sebagai respons terhadap serangan ini, Iran meluncurkan rentetan rudal ke Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Teluk. Eskalasi konflik ini turut membawa beberapa negara lain seperti Bahrain, Kuwait, Yordania, Qatar, hingga Uni Emirat Arab (UEA) ke dalam pusaran perang setelah wilayah mereka menjadi sasaran serangan.

1. Bahrain

Bahrain mengonfirmasi adanya serangan di pangkalan Angkatan Laut AS. Fasilitas tersebut, dikenal sebagai pelabuhan utama bagi kapal anti-ranjau dan logistik, menjadi target serangan. Video yang beredar menunjukkan sebuah drone menghantam gedung tinggi hingga memicu ledakan besar. Kementerian Dalam Negeri Bahrain menyebutkan tiga bangunan di wilayah Manama dan Muharraq terdampak oleh serangan pesawat tak berawak serta puing rudal yang dicegat.

Saat ini, petugas masih melakukan penilaian kerusakan di dua lokasi, sementara kebakaran di lokasi ketiga telah berhasil dipadamkan.

2. Kuwait

Drone menyasar Bandara Internasional Kuwait. Menurut laporan dari BBC, ledakan juga dilaporkan terdengar di Kuwait. Sebuah drone sempat menargetkan bandara internasional setempat, yang mengakibatkan kerusakan terbatas pada salah satu terminal dan beberapa karyawan mengalami luka ringan.

3. Yordania

Dilansir Anadolu, Kementerian Dalam Negeri Yordania mencatat sebanyak 73 insiden terkait benda jatuh dan puing rudal di seluruh negeri. Direktorat Keamanan Publik Yordania menyatakan tim gabungan telah dikerahkan ke berbagai wilayah seperti Amman, Zarqa, hingga Aqaba untuk menangani dampak tersebut. Meski menyebabkan kerusakan properti, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa dalam rentetan insiden ini.

Militer Yordania sendiri mengeklaim telah mencegat 49 pesawat nirawak dan rudal balistik yang masuk ke wilayah mereka.

4. Qatar

Di Qatar, berdasarkan laporan Al Jazeera, sebanyak 16 orang dilaporkan terluka setelah pecahan rudal mendarat di berbagai titik. Bandara internasional di Doha Qatar pun dilarang masuk. Kementerian Dalam Negeri Qatar mengungkapkan bahwa sebanyak 66 rudal ditembakkan ke arah mereka, di mana sistem pertahanan udara berhasil mencegat sebagian besar serangan tersebut.

Pemerintah Qatar mengutuk keras serangan rudal balistik Iran ini dan menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan yang tidak bertanggung jawab. Selain mengeluarkan peringatan darurat agar warga menjauhi lokasi militer, pihak kementerian menegaskan bahwa Qatar berhak merespons tindakan ini sesuai dengan hukum internasional.

5. Ikon wisata Dubai jadi sasaran puing drone

Uni Emirat Arab (UEA) tak luput dari serangan. Ledakan dilaporkan mengguncang pulau buatan Palm Jumeirah dan menyebabkan kebakaran di fasad hotel mewah Burj Al Arab akibat puing drone yang dicegat. Selain itu, Bandara Dubai dan Pelabuhan Jebel Ali juga mengalami kerusakan.

Pemerintah UEA mencatat ada 137 rudal dan 209 drone yang ditembakkan ke wilayah mereka. Meskipun sebagian besar berhasil dilumpuhkan oleh sistem pertahanan, insiden di Palm Jumeirah dilaporkan melukai empat orang. Tim Pertahanan Sipil bergerak cepat mengendalikan situasi di lokasi-lokasi ikonik tersebut guna mencegah dampak lebih lanjut.

6. Arab Saudi

Koresponden AFP dan warga di Riyadh mendengar ledakan keras di bagian timur ibu kota Arab Saudi pada Minggu, saat Iran melanjutkan serangan balasan hari kedua di seluruh Teluk. Warga di Riyadh timur mengatakan kepada AFP bahwa mereka mendengar beberapa dentuman keras dan melihat asap mengepul, dan koresponden juga mendengar ledakan tersebut.

Pos terkait