Kenaikan Harga Ikan di Mamuju Akibat Minimnya Pasokan Lokal
Harga berbagai jenis ikan di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mengalami kenaikan signifikan pada awal Maret 2026. Hal ini terjadi karena minimnya hasil tangkapan nelayan lokal akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi yang melanda perairan daerah tersebut.
Peningkatan harga ini memengaruhi hampir seluruh jenis ikan konsumsi di pasar tradisional dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) setempat. Pedagang terpaksa mencari pasokan dari luar daerah untuk memenuhi permintaan masyarakat yang meningkat menjelang bulan suci Ramadan.
Penyebab Kenaikan Harga Ikan
Minimnya hasil tangkapan nelayan lokal menjadi faktor utama kenaikan harga ikan. Cuaca buruk dan gelombang tinggi yang terjadi di perairan Sulbar membuat aktivitas penangkapan ikan menjadi sangat sulit. Akibatnya, pedagang harus mendatangkan pasokan dari wilayah tetangga seperti Majene dan Bambaloka.
Salah seorang pedagang di Pasar Baru Mamuju, Nurbia (45), mengungkapkan bahwa stok ikan lokal saat ini hampir tidak tersedia di pelelangan. Ia menyatakan bahwa kondisi ini memaksa pedagang untuk mencari pasokan dari luar daerah, meskipun ongkos pengiriman lebih tinggi.
“Harganya masih di atas normal dan belum stabil karena memang belum ada tangkapan dari nelayan Mamuju. Semua ikan yang masuk ini dari luar daerah, jadi ongkosnya lebih tinggi,” ujarnya saat ditemui di lapaknya, Senin (2/3/2026).
Perbandingan Harga Normal vs Saat Ramadan
Berdasarkan pantauan di lapangan, hampir seluruh jenis ikan konsumsi mengalami kenaikan harga signifikan dibanding harga normal:
- Ikan Katombo: Rp 60–70 ribu per kilogram (normal Rp 40–50 ribu/kg)
- Ikan Cakalang: Rp 60 ribu per kilogram (normal Rp 35 ribu/kg)
- Ikan Cepa’: Rp 60 ribu per kilogram (normal Rp 40 ribu/kg)
- Kakap merah dan cumi-cumi: Rp 70 ribu per kilogram (naik Rp 10–20 ribu/kg)
Penurunan volume pasokan sangat drastis. Jika biasanya pedagang mampu mengamankan hingga tiga gabus ikan saat cuaca bersahabat, kini mendapatkan satu gabus saja tergolong sulit.
Dampak Kenaikan Harga Terhadap Masyarakat
Kenaikan harga ini menunjukkan dampak langsung dari minimnya pasokan lokal dan ongkos tambahan pengiriman dari luar daerah. Meski permintaan meningkat menjelang Ramadan, harga ikan tetap berada di atas level normal.
Masyarakat mulai merasakan tekanan ekonomi akibat kenaikan harga ikan yang cukup signifikan. Namun, para pedagang mengakui bahwa mereka tidak memiliki pilihan lain selain mengambil pasokan dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Tantangan yang Dihadapi Nelayan dan Pedagang
Nelayan lokal juga menghadapi tantangan besar akibat cuaca buruk yang terus-menerus melanda perairan Mamuju. Mereka kesulitan untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan secara rutin, sehingga pendapatan mereka pun turun.
Sementara itu, para pedagang menghadapi tekanan untuk tetap menjaga ketersediaan pasokan ikan meskipun harga tinggi. Mereka berharap situasi akan membaik dalam waktu dekat agar bisa kembali memperoleh pasokan dari nelayan lokal.





