Netanyahu Yakin Bentuk Negara Raya Israel, Palestina, Yordania, Mesir Dikuasai, Arab Saudi Marah

Aa1xp8iz 2
Aa1xp8iz 2

Perkembangan Terkini Mengenai Konsep “Israel Raya”

Pada tahun 2025, pernyataan yang disampaikan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tentang konsep “Israel Raya” memicu reaksi keras dari sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa konsep ini mencakup wilayah yang sangat luas, termasuk seluruh Palestina, Yordania, Lebanon, serta sebagian wilayah Suriah, Arab Saudi, Irak, Turki, dan Mesir. Pernyataan ini disampaikan melalui saluran i24 dan dilaporkan oleh The Times of Israel.

Dalam wawancara tersebut, Netanyahu mengungkapkan visinya tentang perluasan wilayah yang ia sebut sebagai bagian dari “Israel Raya”. Visi ini menimbulkan kekhawatiran karena mencakup wilayah-wilayah yang secara historis menjadi sengketa antara Israel dan negara-negara tetangganya. Dalam kesempatan itu, Netanyahu juga memperlihatkan peta yang ia gambarkan sebagai “Tanah yang Dijanjikan”, yang menampilkan wilayah yang lebih luas dibandingkan batas teritorial Israel saat ini.

Pernyataan dan visualisasi peta tersebut kemudian menjadi perbincangan luas di berbagai negara, memicu kekhawatiran baru di tengah situasi geopolitik Timur Tengah yang telah lama berada dalam ketegangan. Reaksi keras terhadap pernyataan Netanyahu datang dari sejumlah negara, khususnya Arab Saudi dan Qatar, yang menilai gagasan tersebut berpotensi mengganggu stabilitas regional.

Jika Iran Takluk, Israel Akan Perluas Invasi Militer di Timur Tengah

Mantan Ketua Komisi I (Hubungan Luar Negeri) DPR RI, Mahfuz Sidik, menyatakan bahwa jika perang antara Iran dan Israel-AS meluas dan berkepanjangan akan berdampak besar terhadap banyak hal. Apalagi jika kekuatan militer Iran berhasil dihancurkan, maka Israel akan menjadi satu-satunya kekuatan militer dominan di kawasan tersebut.

Mahfuz menyoroti sikap Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu yang secara terbuka menafikan konsep solusi dua negara dan terus menyuarakan ambisi Zionis mewujudkan ‘Israel Raya’. Ia menyatakan bahwa kehancuran Iran sebagai kekuatan terakhir poros perlawanan terhadap Israel akan memuluskan ambisi Israel Raya. Artinya wilayah negara Libanon, Suriah, Irak, Jordania, Mesir dan Saudi Arabia akan menjadi sasaran agresi militer lanjutan pihak Israel.

Apa Itu Visi Israel Raya?

Frasa Israel Raya digunakan setelah Perang Enam Hari pada bulan Juni 1967 untuk merujuk pada Israel, wilayah Yerusalem Timur dan Tepi Barat, Jalur Gaza, sebagian Yordania dan Semenanjung Sinai di Mesir, Dataran Tinggi Golan di Suriah, dan sebagian Lebanon, Irak, dan Arab Saudi.

Tahun lalu akun resmi Kementerian Luar Negeri Israel di salah satu platform daring mempublikasikan sebuah peta yang memalsukan sejarah Israel dengan mengklaim asal-usulnya dari ribuan tahun silam. Peta tersebut selaras dengan klaim berulang Israel mengenai adanya “kerajaan Yahudi” yang mencakup bagian wilayah Palestina yang diduduki, Yordania, Lebanon, Suriah, hingga Mesir.

Negara-negara Arab seperti Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Yordania, Palestina, dan Arab Saudi bereaksi keras terhadap publikasi peta itu, menilainya sebagai bentuk pelanggaran hukum internasional sekaligus upaya ekspansi. Insiden ini mengingatkan pada Maret 2023, ketika Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, tampil di Paris dengan peta “Israel Raya” yang memasukkan Yordania ke dalam wilayah Israel.

Selama beberapa dekade, Israel telah menduduki sejumlah wilayah di Palestina, Suriah, dan Lebanon, dan terus menolak untuk mundur dari wilayah-wilayah tersebut. Selain itu, Israel juga menolak pembentukan negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota, sesuai garis perbatasan sebelum tahun 1967. Israel kini ‘hampir pasti’ menguasai Gaza Palestina.

Israel dibantu Amerika Serikat (AS) kini menyerang Iran yang dikenal sebagai salah satu negara dengan kekuatan militer di Timur Tengah. Jika Iran takluk di tangan Israel maka negara mana selanjutnya di Timur Tengah yang akan diinvasi Israel?

Pos terkait