Niat Kimberly Ryder Ramadan di Tanah Suci Buyar
Kimberly Ryder, seorang aktris ternama, mengungkapkan kekecewaannya karena niatnya untuk menjalani Ramadan di tanah suci terancam buyar. Konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran di kawasan Timur Tengah telah berdampak luas, termasuk pada aktivitas penerbangan internasional. Banyak bandara penting di wilayah tersebut sempat ditutup sementara, sehingga memengaruhi perjalanan para jemaah umrah asal Indonesia.
Kimberly Ryder adalah salah satu dari banyak calon jemaah yang mengalami penundaan keberangkatan. Ia mengakui bahwa semua berkas untuk keberangkatan umroh sudah diselesaikan, tinggal menunggu kepastian tanggal keberangkatan. Namun, penerbangan yang akan ia ambil, yaitu maskapai Emirates, saat ini sedang dihentikan sementara.
“Masih menunggu kabar dari travel. Karena aku naik maskapai Emirates penerbangannya di stop,” ujar Kimberly Ryder dalam wawancara yang dilansir oleh media online.
Ia juga menyampaikan harapan agar jadwal keberangkatannya tetap berjalan, meskipun harus menunggu ketegangan di Timur Tengah mereda. “Pasti masih berharap mau tetap berangkat. Semoga pas berangkat semua sudah aman,” tambahnya.
Febby Rastanty Bersyukur Sudah Kembali ke Indonesia
Di sisi lain, pesinetron Febby Rastanty bersyukur telah tiba kembali di Indonesia setelah menjalankan ibadah umrah bersama Drajad Djumantara, suaminya. Ucapan syukur itu dibagikan Febby Rastanty melalui unggahan di media sosial pribadinya.
Febby Rastanty beruntung pulang ke Indonesia beberapa hari sebelum pecahnya serangan militer antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Konflik tersebut memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah dan berdampak pada aktivitas penerbangan di sekitar Arab Saudi serta negara transit lainnya.
“Alhamdulillah aku udah pulang selamat, benar-benar Allah melindungi,” kata Febby Rastanty dalam pernyataannya.
Ia mengaku tidak bisa membayangkan jika dirinya masih berada di luar negeri ketika konflik mulai memanas. Sebelum pulang ke Jakarta, Febby Rastanty sempat berada di Dubai, Uni Emirat Arab, yang menjadi salah satu hub penerbangan internasional terdampak.
“Lihat Palm Jumeirah Dubai, 2 minggu lalu masih disana,” katanya.
Dampak Konflik di Kawasan Timur Tengah
Sejumlah media internasional melaporkan bahwa serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada akhir Februari 2026 berdampak terhadap perjalanan jemaah umrah. Penutupan wilayah udara di sejumlah negara membuat banyak maskapai harus menunda atau membatalkan penerbangan.
Bandara internasional utama di Dubai dan Abu Dhabi (Uni Emirat Arab) serta Doha (Qatar), yang selama ini menjadi hub transit global, juga sempat mengalami gangguan operasional. Dampaknya terasa hingga Indonesia, di mana sejumlah penerbangan menuju Jeddah dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Ngurah Rai Bali, dan Kualanamu Medan mengalami penundaan maupun pembatalan.
Meski demikian, otoritas setempat memastikan Mekkah dan Madinah tetap aman untuk aktivitas ibadah. Kedua kota suci tersebut berada cukup jauh dari lokasi serangan di daratan Iran. Namun, peningkatan aktivitas pertahanan udara di wilayah Arab Saudi dilaporkan terjadi menyusul serangan balasan dari Iran.





