Niat Prabowo Jadi Perantara, Iran Tegaskan Tutup Pintu Negosiasi: Terima Kasih

Pdip Perjuangan 1
Pdip Perjuangan 1

Niat Baik Prabowo sebagai Mediator Tapi Iran Menolak

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menunjukkan keinginan untuk menjadi mediator dalam konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Namun, niat baik tersebut ditanggapi dengan penolakan oleh pihak Iran. Hal ini terjadi setelah serangan militer yang melibatkan AS dan Israel terhadap Iran.

Pemerintah Indonesia menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi darurat yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah. Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui akun media sosial X, Presiden Prabowo mengungkapkan kesiapan untuk memfasilitasi dialog antara dua negara besar tersebut. Ia juga bersedia terbang ke Teheran untuk melakukan mediasi jika disetujui oleh kedua belah pihak.

Kebijakan Prabowo ini menarik banyak perhatian dari rakyat Indonesia. Sebagai tokoh nasional yang memiliki pengaruh luas, tindakan Presiden ini diharapkan bisa membawa dampak positif dalam meredam ketegangan yang sedang berlangsung.

Serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Iran terjadi pada hari Sabtu (28/2/2026). Dalam serangan tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas. Iran kemudian memberikan balasan dengan meluncurkan rudal ke sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.

Iran Menutup Pintu Negosiasi

Menyusul kematian pemimpin tertingginya, Iran memastikan bahwa pintu negosiasi akan ditutup bagi Amerika Serikat. Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan terima kasih atas niat Presiden Prabowo untuk menjadi mediator. Namun, ia juga menyatakan bahwa Iran tidak akan melakukan negosiasi dengan AS.

Dalam konferensi pers yang diadakan di kediamannya di kawasan Menteng Jakarta Pusat pada Senin (2/3/2026), Boroujerdi menjelaskan bahwa Iran mengharapkan dukungan dari negara-negara sahabat. Ia juga berharap negara-negara Islam dapat mengutuk keras serangan AS-Israel terhadap Iran.

Ia menambahkan bahwa Iran ingin negara-negara Islam menggunakan seluruh kemampuan mereka di badan OKI dan PBB untuk memberikan dukungan kepada Iran. Selain itu, ia berharap adanya kampanye yang dilakukan oleh negara-negara Islam untuk menyatakan penolakan terhadap peperangan.

Komunikasi dengan Pemerintah Indonesia

Meski menolak negosiasi dengan AS, Boroujerdi membuka ruang komunikasi dengan pemerintah Indonesia bila ingin melakukan interaksi dengan pihak Iran. Namun, ia mengaku belum mengetahui apakah rencana pemerintah Indonesia akan berdampak atau tidak.

“Sayangnya, saya tidak bisa memberikan jawaban dan tidak tahu apakah mediasi dapat mencapai hasil atau tidak. Saya juga tidak bisa menjawab apakah di situasi seperti ini mungkin mediasi bisa membuahkan hasil atau tidak,” ujarnya.

Namun, ia menekankan bahwa komunikasi dan interaksi antarpejabat senior pemerintahan dari kedua negara tidak harus selalu berarti mediasi akan terjadi. Setidaknya dengan mendapatkan informasi terkini dari kedua negara, hal ini akan sangat baik untuk Iran dan Indonesia.

Berita Viral Lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya dapat ditemukan di .

Pos terkait