Penyidik Menanyakan Motif Pembacokan
Raihan mengaku tidak berniat membunuh Faradilla Ayu Pramesti dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik. Pengakuan ini muncul dalam rekaman pemeriksaan yang dilakukan setelah peristiwa pembacokan di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau pada Kamis (26/2/2026) pagi. Raihan membantah bahwa tujuan utamanya adalah membunuh korban, meskipun ia menggunakan kapak dan parang dalam serangan tersebut.
Penyidik menilai bahwa serangan ke kepala dan wajah korban memiliki potensi mematikan. Tersangka mengklaim hanya ingin melukai korban hingga cacat. Namun, pengakuan Raihan memperkuat dugaan bahwa serangan dilakukan secara sadar dengan sasaran vital, meski tersangka mengklaim hanya ingin membuat korban cacat, bukan membunuh.
Peristiwa Pembacokan di Kampus
Peristiwa pembacokan terjadi saat korban tengah berada di ruang sidang kampus untuk bersiap mengikuti ujian akhir. Raihan mendatangi korban dan sempat menyampaikan rasa sakit hatinya. Tanpa perdebatan panjang, pelaku kemudian mengeluarkan senjata tajam dan membacok tangan kiri serta kepala korban. Dalam kondisi bersimbah darah, Faradilla berusaha menyelamatkan diri dengan berlari keluar ruangan untuk mencari pertolongan.
Dalam pemeriksaan, penyidik secara tegas mempertanyakan tujuan Raihan saat melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam. “Dek, adek, Tujuan kau, target kau melakukan pembacokan itu apa? Cacat atau mati?” tanya penyidik kepada Raihan. Raihan menjawab singkat sambil menunduk, dengan tatapan kosong. “Tidak mati,” ucap Raihan.
Penyidik kemudian menekankan bahwa alat yang digunakan tersangka merupakan senjata mematikan. “Kalau kau tidak mau bikin mati, tapi alat yang kau gunakan itu alat yang bikin mati. Kau gunakan kampak dan parang. Tujuan kau mau mati kan?” ujar penyidik. Raihan kembali menggeleng dan membantah hingga berulang kali. “Tidak,” katanya.
Meski demikian, penyidik menilai tindakan Raihan menunjukkan indikasi kuat adanya niat serius melukai korban, terutama karena serangan diarahkan ke bagian kepala dan wajah. Raihan tetap bersikeras bahwa dirinya tidak memiliki niat menghabisi nyawa korban, meskipun penyidik menilai penggunaan kapak dan parang berpotensi mematikan.
Motif Pembacokan
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, mengatakan motif pembacokan dipicu rasa sakit hati yang berkaitan dengan hubungan pribadi antara pelaku dan korban. Anggi membenarkan bahwa Raihan dan Faradilla sempat terlibat hubungan tanpa status sebelum peristiwa tersebut. “Bisa dibilang si pelaku ini memiliki harapan atau perasaan lebih terhadap korban, namun korban tidak menanggapinya dengan yang diharapkan sesuai dengan keinginan pelaku. Mungkin bahasa sekarang hubungan tanpa status,” kata Anggi, Sabtu (28/2/2026).
Menurut Anggi, selama menjalin hubungan tersebut, pelaku menganggap relasinya dengan korban sudah seperti pacaran. Namun, korban tidak merasakan hal yang sama. “Si pelaku merasa dia ke korban itu sudah seperti layaknya pacaran, namun korban tidak merasakan hal yang sama,” ujarnya. Raihan disebut semakin emosi setelah Faradilla memutuskan hubungan tanpa status yang telah mereka jalani selama beberapa bulan.
Video Ciuman Mesra Beredar
Belakangan terungkap bahwa cinta Raihan tidak sepenuhnya bertepuk sebelah tangan. Raihan dan Fara diketahui memiliki hubungan khusus. Di belakang kekasihnya, Fara disebut diam-diam menjalin hubungan dengan Raihan. Fakta tersebut terungkap melalui sejumlah video yang diunggah di akun TikTok milik Raihan. Salah satu video memperlihatkan Fara dan Raihan berada di sebuah ruangan. Keduanya tampak asyik bermain gim PlayStation. Mereka duduk di atas bean bag dengan suasana ruangan bercahaya redup. Dalam video tersebut, Raihan beberapa kali tampak mencium Fara. Bukan hanya di pipi, keduanya juga terlihat berciuman mesra. Fara tampak tidak terganggu dan tidak menunjukkan tanda terpaksa. Ia terlihat tersenyum dan merasa nyaman.
Kekasih Fara Buka Suara
Setelah kasus ini mencuat dan video mesra pelaku dengan korban beredar luas, kekasih Fara yang bernama Ferdi diketahui tidak mengetahui adanya hubungan khusus antara Fara dan Raihan. Pasca insiden pembacokan, Ferdi memposting sejumlah foto bersama Fara di akun TikTok miliknya. Ia membagikan momen kebersamaan mereka selama ini serta menuliskan caption bernada romantis untuk menyemangati sang kekasih agar cepat pulih. Ferdi tampak terkejut ketika mengetahui adanya video mesra Fara dengan Raihan yang beredar di media sosial. Meski demikian, Ferdi tetap menunjukkan dukungan penuh kepada Fara. Hubungan keduanya disebut sudah serius, bahkan telah membeli baju Lebaran secara berpasangan.





