.CO.ID, JAYAPURA, – Nilai Barang Milik Negara (BMN) di Papua per Januari 2026 mencapai Rp82,49 triliun. Angka ini didominasi oleh aset infrastruktur seperti jalan dan jaringan irigasi. Informasi ini disampaikan oleh Badrud Duja, Kepala Bidang Kepatuhan Hukum dan Informasi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Papua, pada Minggu (tanggal).
Badrud menjelaskan bahwa nilai infrastruktur tersebut menjadi porsi terbesar dari total BMN yang dikelola pemerintah pusat di Tanah Papua. “Komposisi BMN di Papua saat ini paling besar berasal dari aset jalan dan jaringan irigasi sebesar Rp82,49 triliun yang menunjukkan fokus pembangunan pemerintah masih pada penguatan infrastruktur dasar,” ujarnya.
Selain aset infrastruktur, BMN di Papua juga didominasi oleh tanah senilai Rp41,61 triliun, peralatan dan mesin sebesar Rp21,75 triliun, serta gedung dan bangunan senilai Rp17,61 triliun.
Badrud menambahkan, konstruksi dalam pengerjaan tercatat Rp2,96 triliun dan aset tetap lainnya Rp0,08 triliun.
Menurut Badrud, nilai besar aset infrastruktur ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendorong konektivitas antar wilayah serta membuka akses ekonomi dan pelayanan publik di Papua. “Pengelolaan BMN ini dilakukan secara tertib administrasi dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan guna memastikan aset negara dapat dimanfaatkan secara optimal dan akuntabel,” ujarnya.
Total nilai BMN regional Papua hingga awal 2026 mencapai Rp167,28 triliun, yang tersebar pada berbagai jenis aset. “Hingga Januari 2026, total underlying asset di Regional Papua mencapai Rp19,60 triliun atau 11,72 persen dari total nilai BMN, dengan jumlah 72 aset yang dimanfaatkan untuk mendukung proyek strategis pemerintah,” tambahnya.
Jenis Aset BMN di Papua
Berikut adalah rincian komposisi BMN di Papua:
- Aset Infrastruktur:
- Jalan dan jaringan irigasi: Rp82,49 triliun
- Konstruksi dalam pengerjaan: Rp2,96 triliun
-
Aset tetap lainnya: Rp0,08 triliun
-
Tanah:
-
Total nilai: Rp41,61 triliun
-
Peralatan dan Mesin:
-
Total nilai: Rp21,75 triliun
-
Gedung dan Bangunan:
- Total nilai: Rp17,61 triliun
Fokus Pembangunan Pemerintah
Nilai BMN yang tinggi di Papua mencerminkan fokus pemerintah dalam membangun infrastruktur dasar. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Pengelolaan BMN dilakukan secara transparan dan terencana agar aset negara dapat digunakan secara optimal. Dengan adanya pengelolaan yang baik, diharapkan semua aset bisa memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Papua.
Peran BMN dalam Proyek Strategis
BMN di Papua tidak hanya berfungsi sebagai aset milik negara, tetapi juga berperan penting dalam mendukung proyek strategis pemerintah. Saat ini, terdapat 72 aset yang digunakan untuk keperluan pembangunan nasional.
Dengan total nilai Rp19,60 triliun, aset-aset ini menjadi tulang punggung dalam menjalankan berbagai program pemerintah. Ini menunjukkan bahwa BMN tidak hanya menjadi simpanan negara, tetapi juga alat utama dalam mendorong kemajuan daerah.





