OJK prediksi pertumbuhan aset asuransi 5%-7% di 2026, ini pernyataan AXA Mandiri

Aa1xk0wt
Aa1xk0wt



Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan pertumbuhan aset industri asuransi akan mencapai kisaran 5%-7% secara Year on Year (YoY) pada tahun 2026. Proyeksi ini dinilai realistis oleh PT AXA Mandiri Financial Services, yang menilai angka tersebut dapat tercapai jika seluruh pemangku kepentingan terus menjaga momentum pemulihan ekonomi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perlindungan asuransi.

Theodores Tangke, Chief Customer, Marketing, and Product Officer AXA Mandiri, menyatakan bahwa proyeksi pertumbuhan aset tersebut sejalan dengan peningkatan literasi masyarakat serta kebutuhan mereka terhadap produk proteksi dan perencanaan keuangan jangka panjang. Ia menilai kolaborasi antara regulator, pelaku industri, serta pemanfaatan teknologi menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan publik.

Strategi untuk Mendorong Pertumbuhan Aset

Untuk mewujudkan proyeksi tersebut, AXA Mandiri menerapkan beberapa strategi utama. Salah satunya adalah diversifikasi portofolio investasi. Theo menjelaskan bahwa perusahaan akan memperluas instrumen investasi sambil tetap menjaga prinsip kehati-hatian agar aset dapat tumbuh stabil dan memberikan imbal hasil optimal.

Selain itu, AXA Mandiri juga fokus mengembangkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan segmen nasabah yang terus berkembang. Contohnya, baru-baru ini perusahaan meluncurkan Asuransi Mandiri Wealth Signature USD. Produk ini dirancang untuk memberikan perlindungan jiwa dan finansial, membantu masyarakat menghadapi ketidakpastian ekonomi, sekaligus memenuhi kebutuhan proteksi jangka panjang.

Peningkatan Basis Nasabah

Theo menegaskan bahwa AXA Mandiri terus memperluas basis nasabah melalui program literasi dan edukasi. Kegiatan ini dilakukan di berbagai kota untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya asuransi dan manfaatnya dalam perencanaan keuangan.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di situs resmi, AXA Mandiri mencatatkan total aset sebesar Rp 43,97 triliun per akhir 2025. Angka ini meningkat sebesar 7,93% dibandingkan pencapaian pada akhir 2024 yang sebesar Rp 40,74 triliun.

Tantangan dan Peluang di Tahun 2026

Meski proyeksi pertumbuhan aset terlihat optimis, Theo mengakui bahwa tantangan tetap ada. Perubahan iklim ekonomi global, inflasi, serta dinamika pasar modal bisa memengaruhi kinerja industri asuransi. Namun, ia yakin bahwa dengan komitmen untuk inovasi, pengembangan produk, dan penguatan hubungan dengan nasabah, AXA Mandiri dapat mempertahankan pertumbuhan yang stabil.

Dalam konteks yang lebih luas, proyeksi OJK menunjukkan bahwa industri asuransi memiliki potensi besar untuk berkembang. Dengan adanya regulasi yang mendukung, partisipasi aktif pelaku industri, serta kesadaran masyarakat yang meningkat, pertumbuhan aset sebesar 5%-7% pada 2026 bisa menjadi kenyataan.

Kesimpulan

Pertumbuhan aset industri asuransi pada 2026 tidak hanya menjadi target bagi OJK, tetapi juga menjadi peluang bagi perusahaan seperti AXA Mandiri untuk memperkuat posisi mereka di pasar. Dengan strategi yang matang, inovasi produk, dan komitmen terhadap kepuasan nasabah, industri asuransi di Indonesia dapat mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi seluruh pihak.

Pos terkait