Persiapan Menghadapi Arus Mudik Lebaran 2026 di Bangka Selatan
Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Polres Bangka Selatan telah mempersiapkan segala sesuatu dengan matang. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang akan berlangsung dari tanggal 13 hingga 25 Maret 2026. Dalam operasi ini, sebanyak 120 personel kepolisian akan diterjunkan untuk mengamankan perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Kapolres Bangka Selatan, AKBP Agus Arif Wijayanto menjelaskan bahwa pihaknya telah mengikuti rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral tingkat nasional bersama para kepala lembaga dan kementerian terkait. Tujuan dari rapat tersebut adalah membahas kesiapan seluruh stakeholder dalam menghadapi hari raya tersebut. Terutama dalam pelaksanaan Operasi Ketupat yang merupakan agenda tahunan kepolisian yang bersifat operasi kemanusiaan.
“Operasi Ketupat 2026 menjadi momentum penguatan sinergi antar instansi sekaligus wujud komitmen pelayanan negara kepada masyarakat dalam momentum keagamaan umat Islam,” kata AKBP Agus Arif Wijayanto.
Kekuatan yang Diterjunkan dalam Operasi Ketupat
Total personel yang diterjunkan dalam operasi ini mencapai 120 orang. Namun, kekuatan tersebut tidak hanya berasal dari unsur kepolisian, tetapi juga melibatkan lintas instansi guna memastikan pengamanan berjalan optimal. Beberapa instansi yang terlibat antara lain Komando Distrik Militer (Kodim) 0432/Bangka Selatan, pemerintah daerah serta seluruh stakeholder terkait.
Sinergi lintas sektoral menjadi atensi utama dalam pelaksanaan operasi tahun ini. Kapolres menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan Idulfitri tidak bisa hanya mengandalkan satu institusi, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh stakeholder. Tujuan utamanya adalah memberikan kenyamanan dan pelayanan bagi masyarakat yang akan beraktivitas, baik mudik maupun melaksanakan wisata setelah Idulfitri.
“Intinya seluruh stakeholder harus saling bersinergi karena kita sama-sama berkomitmen bahwa Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan,” ujar Kapolres.
Fokus Pengamanan pada Titik Rawan
Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa potensi peningkatan arus lalu lintas diprediksi terjadi tidak hanya menjelang Lebaran, tetapi juga pasca hari raya. Dengan karakteristik wilayah di Kabupaten Bangka Selatan yang memiliki jalur darat dan laut antar kecamatan serta akses menuju sejumlah destinasi wisata pantai, pengamanan akan difokuskan pada titik-titik rawan kemacetan, kecelakaan, dan pusat keramaian masyarakat.
Selain pengamanan jalur lalu lintas, petugas juga akan melakukan patroli rutin serta pengawasan di lokasi-lokasi strategis. Seperti terminal, pelabuhan, pusat perbelanjaan, dan objek wisata. Kesiapsiagaan layanan kesehatan juga menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran operasi.
Peran Aktif Masyarakat dalam Keselamatan Berkendara
Oleh sebab itu, masyarakat agar ikut berperan aktif menjaga keselamatan selama perjalanan. Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan sebelum digunakan untuk bepergian jauh.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan melaksanakan mudik atau berwisata agar tetap mematuhi peraturan dan rambu-rambu lalu lintas,” sebutnya.
Agus Arif Wijayanto turut mengingatkan agar pengendara melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, guna mengantisipasi potensi gangguan teknis di jalan. Dengan persiapan yang matang dan dukungan lintas instansi, Polres Bangka Selatan optimistis pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dapat berjalan aman dan lancar. Sehingga, masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh suka cita tanpa terganggu persoalan keamanan maupun keselamatan di perjalanan.
“Langkah ini untuk mengantisipasi jangan sampai ada hambatan ataupun gangguan saat di jalan raya nanti,” ucapnya.





