Pentingnya Toleransi dalam Kehidupan Sosial
Hidayah adalah hadiah dari Allah yang diperuntukan kepada hamba-hamba yang terpilih. Maka bukan konsep kita masuk dalam wewenang urusan Allah. Tugas kita hanya menyampaikan, namun orang tersebut berubah atau tidak itu berada di dalam wewenang Allah SWT.
Dalam Kuliah Tujuh Menit (Kultum) menjelang salat tarawih, Ketua Bidang Tabligh Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalteng, Satrya Karunia Tri Hartanto MPd, menyampaikan pesan penting tentang toleransi dalam kehidupan sosial. Acara ini digelar di Masjid Muhammadiyah Al Ihsan Kapuas pada Minggu (1/3/2026).
Satrya menekankan bahwa toleransi sangat penting dalam ranah sosial. Tujuannya adalah untuk menjaga kondusivitas di dalam bermasyarakat. “Kita berkaca dari kondisi sosial kita yang sekarang sangat majemuk. Maka peluang untuk terjadinya pergesekan antara kelompok, antara etnis itu sangatlah besar,” jelasnya.
Contoh dari Nabi Muhammad SAW
Menurut Satrya, cara untuk menjaga hal tersebut adalah dengan mengikuti teladan Nabi Muhammad SAW. “Bagaimana cara kita untuk menjaga hal tersebut adalah selayaknya Rasulullah SAW tak kala memimpin negara Baginda,” ujarnya.
Nabi Muhammad SAW, menurut Satrya, mempersaudarakan berbagai macam kalangan. Beliau mempersaudarakan penduduk pribumi (ansor) maupun penduduk imigran yang datang (muhajirin). Dengan demikian, beliau menciptakan rasa persatuan dan kesatuan di tengah keragaman.
Membangun Identitas Kolektif
Satrya menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW membangun identitas kolektif di dalam bermasyarakat. Identitas ini berfungsi sebagai menjaga stabilitas sosial pada masa itu, meminimalisir konflik serta membangun komunikasi yang sehat di dalam bermasyarakat.
“Adalah kewajiban kita bagi sebagai seorang muslimin untuk senantiasa menjaga nilai-nilai toleransi. Akhlak Islam adalah akhlak yang saling melindungi serta tidak menzalimi sebagian yang lain. Sikap beragama yang di cintai Allah SWT yaitu yang lurus serta punya rasa toleransi,” pungkasnya.
Hadir dalam Acara
Pada kesempatan tersebut, hadir Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas Saifudin SE, H. Fadli Ramli, Sekretaris PDM M.Jalaluddin MPd, Sekretaris PCM Selat Drs.H.Haryunaedi dan sejumlah jemaah Masjid Muhammadiyah Al-Ihsan Kapuas.
Acara ini menjadi momen penting untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengambil teladan dari Nabi Muhammad SAW, masyarakat dapat membangun hubungan yang harmonis dan saling menghargai.
Kesimpulan
Dari kuliah singkat ini, terlihat bahwa toleransi bukan hanya sekadar sikap, tetapi juga sebuah kewajiban dalam kehidupan beragama. Dengan menjaga nilai-nilai toleransi, umat Islam dapat menjadi contoh yang baik dalam masyarakat yang heterogen.
Melalui tindakan dan sikap yang baik, setiap individu dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang damai dan harmonis. Ini merupakan bentuk pengamalan ajaran agama yang benar dan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam yang rahmatan lil alamin.





