Video Cacing di Menu Makan Bergizi Gratis Viral
Sebuah video pendek yang menunjukkan adanya cacing kecil di dalam kotak menu Makan Bergizi Gratis (MBG) beredar di media sosial dan memicu kemarahan para orang tua murid. Dalam rekaman tersebut, terlihat cacing bergerak di dalam wadah plastik transparan, yang berdekatan dengan potongan buah belimbing sebagai salah satu komponen menu MBG. Suara seorang anak laki-laki terdengar memanggil guru untuk menunjukkan temuan tersebut.
Berdasarkan informasi yang beredar, kejadian ini terjadi di SDN 03 Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Menu MBG tersebut disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Desa Tunggulsari, kecamatan yang sama. Seorang warga bernama Novian membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut keponakannya menjadi salah satu siswa yang menerima menu MBG itu.
“Yang menerima menu itu keponakan saya, warga Desa Loderesan,” ujarnya.
Menu yang dibagikan pada saat itu terdiri dari roti, telur asin, serta buah belimbing atau pisang. Temuan cacing langsung dilaporkan siswa kepada guru kelas. Keberadaan cacing di dalam menu makanan sekolah tersebut membuat sejumlah orang tua murid geram dan mempertanyakan standar kebersihan serta pengawasan distribusi MBG.
Rangkaian Temuan Menu Tak Layak
Kasus ini menambah daftar keluhan terhadap kualitas menu MBG di wilayah tersebut. Sebelumnya, warga juga menemukan telur rebus yang masih ditempeli kotoran ayam. Hal itu menimbulkan dugaan bahwa telur tidak dicuci sebelum direbus dan proses pemorsian dilakukan tanpa seleksi. Selain itu, sempat dilaporkan adanya menu kacang koro yang dinilai terlalu asin dan tidak layak konsumsi, serta temuan jeruk busuk dalam paket MBG yang dibagikan kepada siswa.
Dilaporkan ke BGN dan Dinkes
Kepala Satuan Tugas Percepatan MBG Kabupaten Tulungagung menyatakan bahwa seluruh temuan tersebut telah dilaporkan ke Dinas Kesehatan setempat. Laporan tersebut juga diteruskan kepada Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Tulungagung sebagai bahan evaluasi terhadap kinerja SPPG.
Hingga saat ini, pihak Korwil BGN Kabupaten Tulungagung belum memberikan keterangan resmi terkait langkah tindak lanjut atas temuan tersebut. Orang tua murid berharap ada pengawasan lebih ketat agar program MBG benar-benar aman, higienis, dan layak dikonsumsi oleh anak-anak sekolah.
Penyebab dan Solusi yang Diharapkan
Para orang tua murid menuntut transparansi dan akuntabilitas dari pihak yang bertanggung jawab atas penyediaan menu MBG. Mereka menginginkan sistem pengawasan yang lebih ketat dan mekanisme pelaporan yang efektif agar kasus serupa tidak terulang lagi. Beberapa di antara mereka bahkan meminta peninjauan ulang terhadap kontraktor atau pihak-pihak yang terlibat dalam distribusi menu tersebut.
Beberapa usulan solusi yang diajukan oleh masyarakat antara lain:
- Peningkatan pengawasan dari pihak sekolah dan lembaga terkait.
- Pelibatan orang tua murid dalam proses pemeriksaan kualitas makanan.
- Penggunaan sistem digital untuk melacak distribusi menu MBG secara real-time.
- Pelatihan bagi petugas pengelola MBG tentang standar kebersihan dan higienitas.
Dengan semakin maraknya kasus-kasus seperti ini, penting bagi pemerintah dan instansi terkait untuk segera mengambil tindakan tegas dan memastikan bahwa program MBG dapat berjalan dengan baik dan aman bagi anak-anak.





