Kebakaran Hebat di Pabrik Kayu di Kabupaten Batang
Pada Senin malam, sekitar pukul 19.10 WIB, suara ledakan memecah suasana di kawasan industri Kabupaten Batang. Kejadian tersebut terjadi di Gedung Dry Hammer Mill milik PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Java Wood Pellet. Menurut informasi dari Kapolres Batang, AKBP Veronica, kebakaran terjadi setelah diduga terjadi gangguan pada mesin produksi.
Kebakaran bermula saat alarm tanda bahaya berbunyi di dalam gedung pengolahan kayu tersebut. Tak lama kemudian, ledakan terdengar dari mesin Dry Hammer Mill yang menjadi unit vital dalam proses penghancuran kayu sebelum diproses menjadi wood pellet. Api kemudian muncul dan dengan cepat membesar di dalam area produksi.
“Benar, telah terjadi kebakaran di PT Sumber Graha Sejahtera Java Wood Pellet pada Senin malam sekitar pukul 19.10 WIB. Api sudah berhasil dipadamkan dan situasi saat ini aman,” kata Kapolres Batang kepada Tribunjateng, Senin (2/3/2026).
Pekerja Berhamburan untuk Menyelamatkan Diri
Sesaat setelah ledakan, para pekerja yang berada di dalam gedung langsung berlarian keluar untuk menyelamatkan diri. Mereka segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas keamanan perusahaan. Tim Satuan Tugas Kawasan Ekonomi Khusus (Satgas KEK) yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP).
Proses pemadaman juga melibatkan tim Pemadam Kebakaran Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) bersama karyawan perusahaan. Setelah berjibaku hampir satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.26 WIB.
Dua Korban Dilarikan ke Rumah Sakit
Insiden tersebut mengakibatkan dua pekerja menjadi korban. Fatih (23), warga Desa Mangunharjo, Kecamatan Subah, mengalami luka bakar pada wajah, kepala, dan tangan akibat semburan api pascaledakan. Telepon genggam miliknya juga ikut hangus terbakar.
Sementara Putra (21), warga Kabupaten Batang, mengalami syok serta sesak napas akibat menghirup asap tebal di dalam gedung produksi. “Keduanya segera dievakuasi dan dilarikan ke RSI Kendal untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” ucapnya.
Kerugian Masih Dihitung
Kebakaran menyebabkan kerusakan pada satu unit Gedung Dry Hammer Mill berikut mesin utama di dalamnya. Hingga kini, pihak perusahaan masih menghitung total kerugian materiil akibat insiden tersebut.
Polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi, di antaranya operator mesin dan petugas keamanan yang berada di lokasi saat kejadian. “Dugaan awal mengarah pada gangguan teknis pada mesin yang memicu ledakan sebelum api muncul,” ujarnya.
Kapolres Batang mengimbau seluruh perusahaan di wilayahnya agar memperketat standar keselamatan kerja, termasuk perawatan mesin dan sistem proteksi kebakaran. “Kami mengingatkan agar setiap perusahaan benar-benar memperhatikan aspek keselamatan kerja dan memastikan sistem pengamanan kebakaran berfungsi optimal,” tegasnya.
Saat ini, area terdampak telah dinyatakan aman. Aktivitas produksi di bagian Dry Hammer Mill untuk sementara dihentikan guna kepentingan penyelidikan dan evaluasi internal perusahaan.





