Padel Mengganggu Ketenangan Jakarta, Ahli: Olahraga Sah, Tapi Jangan Rusak Lingkungan

1722255924 1
1722255924 1

Masalah Lapangan Padel di Kawasan Permukiman Jakarta

Lapangan padel yang semakin marak di kawasan permukiman Jakarta kini menjadi perhatian serius. Banyak warga mengeluhkan keberadaan fasilitas olahraga ini, terutama karena dampaknya terhadap lingkungan sekitar.

Pengamat tata ruang Yayat Supriatna menyampaikan bahwa masalah muncul ketika lapangan padel dikomersialkan tanpa mempertimbangkan daya dukung lingkungan. Menurutnya, lapangan padel tidak akan menjadi masalah jika berfungsi sebagai fasilitas publik yang bisa dimanfaatkan secara gratis oleh warga sekitar.

Namun, situasi berubah ketika lapangan tersebut dikembangkan menjadi bisnis. “Kalau sarana publik seperti lapangan padel itu tidak masalah. Tapi kalau dikomersialkan, dikembangkan untuk bisnis, yang mengundang orang untuk datang, maka yang menjadi problem adalah berapa besar sebetulnya daya tampung daya dukung lingkungannya,” ujarnya.

Jalan Sempit dan Parkir Jadi Biang Keluhan

Yayat menjelaskan bahwa banyak lapangan padel bisnis berdiri di lingkungan permukiman dengan akses jalan terbatas. Kondisi ini memicu gangguan, terutama saat pengunjung datang membawa kendaraan pribadi.

“Kalau misalnya padel dibangun di kawasan lingkungan permukiman yang jalannya kecil, lingkungannya terbatas, kemudian dikembangkan dan mendatangkan banyak orang dengan membawa kendaraan pribadi, itu baru problem,” katanya.

Ia menambahkan, persoalan bukan hanya soal parkir, tetapi juga kebisingan dan penggunaan badan jalan. “Karena lingkungan itu tidak mendukung sepenuhnya keberadaan lapangan padel karena keterbatasan jalan, keterbatasan parkir, dan juga gangguan suara,” tuturnya.

Ramai Saat Warga Butuh Istirahat

Kritik semakin tajam karena aktivitas padel bisnis umumnya ramai pada malam hari dan akhir pekan, waktu yang justru digunakan warga untuk beristirahat.

“Biasanya kan jam-jam yang paling rame itu jam malam hari, orang pulang kerja, hari Sabtu, hari Minggu, di mana jam-jam tersebut berbenturan dengan jamnya istirahat warga,” kata Yayat.

Menurutnya, orientasi bisnis membuat pengelola menyesuaikan jam operasional dengan tren permintaan pasar, bukan dengan kenyamanan lingkungan. “Karena kalau mengembangkan olahraga untuk bisnis, maka dia akan membuat aturan-aturan atau jadwal padel yang disesuaikan dengan tren kebutuhan masyarakat,” katanya.

Jangan Sekadar Cari Untung

Yayat mengingatkan, pembangunan kawasan olahraga seharusnya mengedepankan manfaat sosial, bukan semata keuntungan ekonomi. “Jika ingin membangun suatu kawasan olahraga hendaklah dia harus melihat nilai manfaatnya bagi masyarakat, bukan sekadar untuk mencari keuntungan semata,” tuturnya.

Ia menyarankan, jika ingin dikembangkan sebagai bisnis, lapangan padel sebaiknya dibangun di zona komersial seperti pusat perbelanjaan atau kawasan bisnis skala besar agar tidak mengganggu lingkungan permukiman.

Pentingnya Penataan Lingkungan

Polemik ini pun menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dalam menata kembali maraknya lapangan padel di Jakarta agar tak berbenturan dengan kenyamanan warga. Dengan penataan yang tepat, keberadaan lapangan padel bisa menjadi solusi yang bermanfaat bagi masyarakat tanpa mengganggu lingkungan sekitar.


Pos terkait