Pagaralam Berhasil Swasembada Beras, Panen 15 Ribu Ton Tahun 2025

Kabupetan Paser Berhasil Mewujudkan Swasembada Pangan Khusu G1kq 1
Kabupetan Paser Berhasil Mewujudkan Swasembada Pangan Khusu G1kq 1

Pagaralam Menuju Swasembada Beras

Pada tahun 2025, Kota Pagaralam berhasil memanen sebanyak 15.000 ton beras dari luas lahan sawah seluas 3.008 hektar yang tersebar di berbagai kecamatan. Hal ini menjadi bukti bahwa kota tersebut semakin mendekati target swasembada pangan.

Tahun sebelumnya, pada 2024, produksi beras hanya mencapai 12.000 ton. Namun, dengan upaya yang terus dilakukan oleh pemerintah daerah bersama dinas pertanian dan para petani, angka produksi bisa meningkat secara signifikan.

Kegiatan panen raya padi digelar dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional. Acara ini dihadiri oleh Wali Kota Pagar Alam, Ludi Oliansyah, saat mengunjungi lahan sawah milik Brigade Pangan “Besemah Serame” di Dusun Tebing Tinggi, Kelurahan Lubuk Buntak, Kecamatan Dempo Selatan.

Ludi menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, dinas pertanian, dan petani untuk terus meningkatkan hasil panen setiap tahunnya. Tujuannya adalah agar target swasembada pangan nasional, khususnya untuk Kota Pagaralam, dapat tercapai.

  • Ia menyampaikan bahwa Pagaralam harus mampu mencapai swasembada pangan agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
  • Untuk mencapai tujuan tersebut, ia mengajak petani untuk bekerja sama dalam belajar dan mengembangkan cara-cara baru dalam meningkatkan produksi pangan.
  • Dengan komitmen yang kuat, Pagar Alam berharap bisa menjadi pusat ketahanan pangan, terutama di wilayah Kecamatan Dempo Selatan.

Kawasan Dempo Selatan sebagai Pusat Ketahanan Pangan

Saat ini, kawasan Kecamatan Dempo Selatan menjadi fokus utama dalam pengembangan lahan sawah baru. Bahkan, di wilayah ini telah ada Proyek Strategis Nasional (PSN) berupa irigasi Lematang yang telah selesai dikerjakan.

Proyek irigasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi para petani. Jika irigasi Lematang beroperasi secara maksimal, maka petani dapat membuat cetak sawah baru di area yang dilintasi jalur irigasi tersebut.

  • Dengan adanya sistem irigasi yang baik, produktivitas pertanian akan meningkat.
  • Petani akan lebih mudah mengelola lahan mereka, sehingga hasil panen bisa lebih optimal.
  • Ini juga akan mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan beras di wilayah tersebut.

Upaya Meningkatkan Produksi Beras

Untuk terus meningkatkan produksi beras, Pagaralam terus melakukan berbagai inovasi dalam bidang pertanian. Salah satunya adalah dengan memperbaiki infrastruktur pertanian, seperti jaringan irigasi dan pengelolaan lahan.

  • Pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan kesadaran petani tentang teknik budidaya yang efisien.
  • Pelatihan-pelatihan bertujuan untuk membantu petani meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen.
  • Dengan pendekatan yang terarah, diharapkan produksi beras dapat terus meningkat setiap tahunnya.

Selain itu, pemerintah juga berkomitmen untuk memastikan bahwa semua petani memiliki akses yang cukup terhadap sumber daya dan teknologi pertanian. Dengan demikian, potensi daerah bisa dimaksimalkan untuk mendukung swasembada pangan nasional.

Tantangan dan Harapan

Meski telah mencapai beberapa pencapaian, Pagaralam masih menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi produksi beras. Perubahan iklim, ketersediaan air, dan perubahan pola tanam merupakan faktor yang perlu diperhatikan.

Namun, dengan dukungan penuh dari pemerintah dan partisipasi aktif dari petani, harapan untuk mencapai swasembada pangan terus tumbuh. Di masa depan, Pagaralam diharapkan tidak hanya menjadi daerah swasembada beras, tetapi juga menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjalankan program ketahanan pangan.

Pos terkait