Perseteruan Antara Roby Tremonti dan Aurelie Moeremans Memanas
Perseteruan antara aktor Roby Tremonti dan aktris Aurelie Moeremans kian memanas. Polemik ini bermula dari buku memoar Broken Strings yang ditulis oleh Aurelie, di mana sosok “Boby” digambarkan melakukan child grooming dan kekerasan di masa lalu. Meski nama Roby tidak pernah disebut secara eksplisit dalam buku tersebut, ia ramai dikaitkan oleh netizen.
Merasa terus disudutkan, Roby pun angkat suara lewat video yang diunggah ulang akun @pandemictalks. Ia menegaskan keberatannya disebut sebagai “oknum”.
“Ini penting ini sekali, kamu inget ya, 1. jangan bilang Roby Tremonti itu oknum saya belum dipanggil kemanapun.”
“Buktikan, saya masih di rumah, jangan pakai bahasa oknum ini masih bebas berkeliaran, saya belum dipanggil. Saya tekankan lagi saya belum dipanggil siapapun,” ujarnya, dikutip via Grid.id, Minggu (1/3/2026).
“Harus ada apa bukti petunjuk, saksi, timeline kejadian,” lanjutnya.
Dalam pernyataan lanjutan, Roby mengakui bahwa tokoh Bobby dalam buku tersebut memang merujuk pada dirinya. Namun ia membantah segala tudingan yang dialamatkan pada karakter itu.
“Dan saya tegaskan lagi tokoh Bobby itu memang Roby Tremonti karena apa pernah menikah, itu ditulis. Tapi saya nggak bersalah yah.”
“Tapi apapun yang dilakukan Bobby itu buktikan, apapun yang dituduhkan kalau tidak bisa dibuktikan itu akan berbalik ke yang menuduh, baca lah, saya bukan ahli hukum, googling aja,” ujarnya.
Pernyataan tersebut justru memancing reaksi keras warganet.
“Penulis ga sebut nama jelas itu siapa, lah elu malah ngaku. Dengan lu mengaku, berarti elu jg mengakui semua perbuatan tokoh itu, skrg minta bukti apa lagii? kan elu udah ngaku,” tulis akun @nus***.
“Lah kamu sndiri yang koar2 ngaku sndiri u si Bobby nyaaa wkwkwka skrg riweuh sndiri.. aneh banget dah ah,” tambah akun @fon****.
“Si penulis juga ngga ada nuduh dia.. Ngga ada ngelaporin dia. Kok dia ribet,” tambah akun @cld***.
“Lu kalo ga keluar speak up jg netizen gaakan duga itu lu Rob,” tambah akun @nov****.
Isu Child Grooming Disorot DPR
Kasus yang diangkat dalam Broken Strings turut menjadi perhatian anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka. Dalam rapat dengar pendapat umum bersama Komnas Perempuan dan Komnas HAM di Kompleks Parlemen, Senayan, ia menyinggung serius persoalan child grooming yang diungkap Aurelie.
“Child grooming ini adalah sesuatu yang dalam tanda kutip tabu bagi Indonesia selama ini.”
“Tapi ada seorang perempuan yang bernama Aurelie Moeremans yang mengeluarkan buku e-book secara gratis yang berjudul Broken Strings,” kata Rieke dilansir Kompas.com, Kamis (15/1/2026).
“Bagaimana masa mudanya dihancurkan, bukan hanya dirampas. Ini adalah memoar yang terindikasi merupakan kisah hidup yang nyata dan ini bisa terjadi pada siapa saja, juga kepada anak-anak kita ketika negara diam, ketika kita yang ada di dalam posisi harusnya bersuara, kita diam,” ujar dia.
Ia pun menegaskan bahaya praktik grooming.
“Tujuan akhirnya adalah kekerasan atau eksploitasi seksual,” kata Rieke.
“Maaf pimpinan saya agak emosional karena ini bisa terjadi pada anak-anak kita. Kasusnya banyak di Indonesia. Untungnya ada anak ini yang berani ngomong,” tutur Rieke.
Rieke bahkan mengajak Komisi XIII DPR RI untuk memperjuangkan penanganan kasus serupa secara serius dan menyayangkan belum adanya sikap tegas dari sejumlah lembaga negara.
Polemik Melebar Menjadi Perbincangan Publik
Polemik pun kini tak lagi sekadar menjadi konflik personal, melainkan melebar menjadi perbincangan publik tentang child grooming, keberanian korban bersuara, serta pembuktian hukum atas tudingan yang mencuat.





