Panduan Tata Perayaan Ekaristi Minggu II Prapaskah Tahun A
Panduan tata perayaan ekaristi untuk Minggu II Prapaskah tahun A disusun oleh P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD. Dalam perayaan ini, warna liturgi yang digunakan adalah ungu, mencerminkan makna penyangkalan diri dan kesadaran akan dosa. Berikut adalah panduan lengkap untuk mempersiapkan dan merayakan Misa pada hari Minggu.
Persiapan Misa
Sebelum perayaan dimulai, para petugas liturgi berkumpul di sakristi. Di meja perayaan, disiapkan lilin bernyala yang mengapiti salib. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa disiapkan buku nyanyian. Sebisa mungkin, alat-alat komunikasi dimatikan agar suasana khusuk terjaga.
Tanda Salib dan Salam
Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka.
Kata Pembuka
Pemimpin membuka perayaan dengan mengajak umat merenungkan keagungan Tuhan. Dalam bacaan pertama, kita mendengarkan kisah panggilan Abram, yang diminta Tuhan untuk meninggalkan keluarganya dan pergi ke tempat yang ditunjukkan Tuhan. Dalam bacaan kedua, Rasul Paulus mengajak kita untuk hidup kudus. Dalam bacaan Injil, kita mendengarkan kisah penampakkan Yesus di atas gunung Tabor. Kita bangunkan kemah atau tempat doa di dalam keluarga dan komunitas kita, agar selalu diingatkan akan kebesaran dan keagungan Tuhan.
Tobat dan Permohonan Ampun
Pemimpin mengajak umat menyesali dosa-dosa mereka. Umat menyahut dengan pengakuan dosa dan permohonan doa dari Santa Perawan Maria dan orang-orang kudus.
Doa Pembuka
Pemimpin memimpin doa pembuka dengan harapan agar kerajaan cinta kasih Tuhan dapat terwujud dalam lingkungan hidup kita. Doa ini juga berharap agar masa pertobatan makin mendekatkan kita kepada Tuhan.
Ajakan Mendengarkan Sabda Tuhan
Pemimpin mengajak umat membuka hati untuk menerima Sabda Tuhan sebagai pelita iman dan tongkat penuntun jalan hidup.
Bacaan Pertama (Kej. 12:1-4a)
Bacaan ini mengisahkan firman Tuhan kepada Abram untuk pergi ke negeri yang ditunjukkan-Nya. Abram taat dan pergi sesuai perintah Tuhan.
Mendaraskan Mazmur Tanggapan
Mazmur tanggapan mengingatkan bahwa kasih setia Tuhan menyertai kita seperti kita berharap. Mazmur ini juga mengingatkan bahwa mata Tuhan tertuju kepada mereka yang bertakwa dan berharap akan kasih setia-Nya.
Bacaan Kedua (2Tim. 1:8b-10)
Surat Kedua Rasul Paulus Kepada Timotius mengajak umat tidak malu bersaksi tentang Tuhan dan menderita bagi Injil. Tuhan menyelamatkan kita dengan panggilan kudus dan membangkitkan kita dari kematian.
Bait Pengantar Injil (Mrk. 9:6)
Pemimpin dan umat menyanyikan bait pengantar injil dengan mengucapkan: “Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal”.
Injil (Mat. 17:1-9)
Dalam Injil, Yesus membawa Petrus, Yakobus, dan Yohanes ke gunung tinggi. Di sana, Yesus berubah rupa menjadi terang dan berbicara dengan Musa dan Elia. Para murid merasa tercengang dan takut. Yesus memperingatkan mereka untuk tidak menceritakan penglihatan itu sebelum Dia dibangkitkan.
Renungan Harian Katolik
Kisah ini mengingatkan kita bahwa Yesus adalah Tuhan yang hadir dalam hidup kita. Ia hadir untuk menegakkan kembali perjanjian antara umat Israel dengan Yahweh. Dalam masa Prapaskah, kita diajak untuk mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa dan puasa.
Hening Sejenak
Umat diberi waktu untuk merenung dan berdoa secara pribadi.
Syahadat
Pemimpin mengajak umat menanggapi Sabda Tuhan dengan mengucapkan Syahadat, yaitu: “Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…”.
Doa Umat
Pemimpin memimpin doa untuk Gereja, masyarakat, mereka yang menderita karena Injil, dan untuk semua umat yang hadir.
Kolekte
Setelah doa, dilakukan pengumpulan kolekte sebagai bentuk cinta kepada Sang Sabda dan sesama yang berkekurangan.
Doa Pujian
Pemimpin memimpin doa pujian dengan mengajak umat memuji Tuhan atas karya penyelamatan-Nya.
Ritus Komuni
Ada dua kemungkinan dalam ritus komuni: (1) menyambut komuni, atau (2) menghayati komuni batin/rindu.
Cara A: Dengan Komuni
Pemimpin mempersiapkan komuni dan mengajak umat menyanyikan Bapa Kami. Setelah itu, dilakukan Salam Damai dan Komuni.
Cara B: Tanpa Komuni
Pemimpin mengajak umat menghayati kehadiran Tuhan di dalam hati masing-masing. Doa Bapa Kami dan Salam Damai dilaksanakan.
Doa Komuni Batin
Pemimpin mengajak umat melakukan doa komuni batin dengan harapan Yesus hadir dalam hati mereka.
Mendoakan Mazmur 61:1-5
Mazmur ini mengingatkan kita untuk memohon perlindungan dan keberanian dari Tuhan.
Amanat Pengutusan
Pemimpin mengajak umat meneruskan pengalaman kehadiran Allah dalam kehidupan sehari-hari, menjadi teladan bagi orang lain.
Doa Penutup
Pemimpin memimpin doa penutup dengan harapan agar umat selalu setia pada Sabda Tuhan dan menghidupinya dalam kehidupan sehari-hari.
Mohon Berkat Tuhan
Pemimpin memimpin doa permohonan berkat Tuhan, lalu memberikan berkat dengan tanda salib.
Pengutusan
Pemimpin mengajak umat untuk pergi dan diutus untuk mewartakan Injil.
Lagu Penutup
Perayaan Sabda ditutup dengan nyanyian lagu penutup.





