Panduan Rebalancing Saham Saat Konflik Israel-AS vs Iran: Perhatikan ICBP dan ELSA

Aa1xm8c5 3
Aa1xm8c5 3

JAKARTA – Dalam situasi ketegangan geopolitik yang semakin memanas antara Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, investor disarankan untuk tetap tenang dan berpikir jernih. Kondisi ini berdampak signifikan terhadap kinerja saham, terutama di pasar modal Indonesia. Oleh karena itu, stabilisasi portofolio menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.

Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas, menilai bahwa strategi defensif sangat diperlukan bagi para investor dalam menghadapi situasi yang tidak menentu. IHSG pada perdagangan hari ini ditutup dengan koreksi sebesar 2,65%, yang menjadi salah satu penurunan terdalam sejak pengumuman MSCI Inc. membekukan rebalancing saham Indonesia pada akhir Januari lalu.

Wafi merekomendasikan agar investor melakukan rebalancing bobot portofolio, bukan hanya pada instrumen saham, tetapi juga pada instrumen rendah risiko seperti Reksa Dana Pasar Uang (RDPU), SBN, SRBI, atau emas. Jika ingin tetap berada di saham, investor bisa realokasi ke sektor defensif seperti konsumer atau sektor yang diuntungkan dari ketegangan ini, seperti migas dan emas.

Beberapa saham yang direkomendasikan oleh KISI antara lain:

  • PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC)
  • PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM)
  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP)
  • PT Bukit Asam Tbk. (PTBA)
  • PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG)
  • PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA)

Di sisi lain, Abida Massi Armand, Analis BRI Danareksa Sekuritas, menjelaskan bahwa investor perlu tetap terbuka terhadap segala kesempatan yang muncul di tengah kondisi volatil. Menurutnya, para investor harus tetap rasional dengan fokus pada instrumen yang defensif dan memiliki fundamental kuat.

Abida juga menekankan pentingnya pemantauan terhadap volatilitas pasar dan tidak bereaksi berlebihan terhadap informasi jangka pendek. Ia menyatakan bahwa kondisi pasar yang fluktuatif sering kali membuka peluang akumulasi bagi investor jangka panjang.

”Meski tekanan dari MSCI dan konflik geopolitik menekan aliran modal asing, kami mencatat bahwa kebutuhan investor jangka panjang tetap pada fundamental pasar dan stabilitas ekonomi domestik, sehingga dana asing bisa kembali ketika sentimen global membaik,” katanya.

Abida merekomendasikan beberapa saham komoditas dan energi, antara lain:

  • PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dengan target harga Rp4.800
  • PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) dengan target harga Rp2.500
  • PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC)
  • PT Elnusa Tbk. (ELSA)
  • Saham-saham perkapalan seperti PT Humpuss Maritim Internasional Tbk. (HUMI), PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL), hingga PT Soechi Lines Tbk. (SOCI)

”Saham-saham ini dipandang menarik karena fundamental kuat dan katalis positif dari kenaikan harga komoditas serta aktivitas perdagangan. Namun, tetap perlu manajemen risiko mengingat volatilitas pasar masih tinggi,” tegas Abida.

Pos terkait