Panggung KK Fair 2026 Diisi Bakat dan Budaya Siswa Kalam Kudus Timika

12okt2020 1
12okt2020 1

KK Fair dan Perayaan Imlek 2026 di Diana Mall Timika

Pusat perbelanjaan Diana Mall di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menjadi tempat yang penuh dengan semangat kreativitas dan keberagaman budaya selama gelaran KK Fair dan perayaan Tahun Baru Imlek 2026. Acara ini berlangsung selama dua hari, yaitu Jumat (27/2/2026) hingga Sabtu (28/2/2026), dan menampilkan berbagai pertunjukan yang memukau pengunjung.

Ratusan siswa Sekolah Kristen Kalam Kudus (SKKK) Timika tampil di tengah keramaian mall untuk menunjukkan bakat mereka dalam berbagai bidang. Mulai dari seni tari, musik, hingga kompetisi kecerdasan, semua menunjukkan potensi yang luar biasa dari para pelajar. Acara ini tidak hanya menjadi ajang pameran bakat, tetapi juga bertujuan untuk melatih mental dan meningkatkan rasa percaya diri siswa saat tampil di depan umum.

Kolaborasi Budaya yang Menarik

Salah satu momen terpenting dalam acara ini adalah kolaborasi antara tarian Mandarin dan tarian tradisional Papua. Pertunjukan ini menunjukkan semangat toleransi dan keberagaman budaya yang tumbuh di lingkungan sekolah kristen tersebut. Selain itu, acara dimulai dengan aksi karnaval dan pertunjukan barongsai dari Gedung Eme Neme Yauware, yang memberikan kesan yang kuat pada pengunjung.

Ketua Yayasan Kalam Kudus Indonesia Cabang Timika, Pdt Nining Lebang, menyatakan bahwa pentingnya memberikan ruang bagi anak-anak untuk tampil di hadapan khalayak. Ia menekankan bahwa proses pendidikan tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga melalui pembentukan karakter di luar sekolah. Dengan menggelar acara di tempat umum, sekolah ingin memperkenalkan kualitas pendidikan kepada warga Mimika sekaligus memberi kesempatan kepada siswa untuk tampil.

Pengenalan Olahraga Unik dan Ekstrakurikuler Sempoa

Selain aspek seni, KK Fair tahun ini juga memperkenalkan cabang olahraga unik yaitu Syanching atau catur Mandarin kepada pengunjung mall. Ini merupakan langkah inovatif yang dilakukan oleh sekolah untuk menambahkan variasi dalam aktivitas siswa. Selain itu, pihak sekolah juga mengumumkan rencana pengaktifan kembali ekstrakurikuler sempoa pada semester mendatang. Tujuannya adalah untuk memperkuat literasi numerasi siswa dan sebagai langkah preventif terhadap ketergantungan pelajar pada alat bantu hitung instan atau kalkulator.

Perwakilan Pengembangan Pendidikan SKKK Timika, dr Agustina, menjelaskan bahwa penguatan kemampuan matematika melalui sempoa sangat krusial di era digital. Dengan adanya sempoa, siswa dapat mengasah kemampuan berhitung secara manual, yang akan membantu mereka dalam berbagai situasi.

Wadah Pengembangan Diri yang Beragam

Sekolah juga menyediakan wadah pengembangan diri melalui berbagai aktivitas seperti musik kulintang, piano, kegiatan kepramukaan, dan PMR. Keberagaman pilihan aktivitas ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang memiliki nilai tambah dan kompetensi yang komprehensif. dr Agustina menegaskan bahwa sekolah ingin meningkatkan kemampuan murid, bukan hanya akademik saja, agar saat lulus nanti mereka memiliki nilai tambah di bidang seni dan olahraga.

Penutup yang Meriah

Kemeriahan acara ditutup dengan kompetisi Brain Battle Quiz dan lomba fashion show yang diikuti siswa dari jenjang TK hingga SMA. Antusiasme pengunjung mall yang menyaksikan langsung pertunjukan ini menjadi indikator keberhasilan sekolah dalam membangun interaksi sosial. Melalui tema “Stronger In Faith, Discipline In Life, Joy In Christ”, SKKK Timika berkomitmen terus melahirkan generasi yang unggul secara intelektual dan memiliki integritas karakter yang kuat.




Pos terkait