Pansus Pendapatan DPRD Riau Kritik Lambatnya Gerak Pemprov

3663b826fedbba12654512nkq 155763 2
3663b826fedbba12654512nkq 155763 2

Penyelidikan dan Analisis Potensi Pendapatan Daerah

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Optimalisasi Pendapatan Daerah DPRD Riau menyampaikan kekecewaannya terhadap lambatnya tindakan Pemerintah Provinsi Riau, khususnya tim optimalisasi pendapatan yang telah dibentuk. Hingga memasuki Maret 2026, progres yang diharapkan dinilai belum terlihat secara jelas.

Abdullah, ketua Pansus tersebut, menjelaskan bahwa pihaknya sudah mulai bergerak sejak awal tahun untuk mendalami berbagai potensi sumber pendapatan daerah. Ia mengatakan bahwa hingga saat ini, mereka terus melakukan analisis terhadap berbagai sektor potensial.

“Terus bergerak, mulai Januari, Februari, sekarang sudah masuk Maret. Kita terus mendalami semua potensi pendapatan daerah,” ujarnya pada Senin (2/3/2026).

Ia menambahkan bahwa sejumlah sektor telah dianalisis secara mendalam, mulai dari pajak air permukaan, pajak bahan bakar, hingga pajak kendaraan bermotor. Bahkan, pihaknya telah mengundang Pertamina untuk membahas potensi pajak dari sektor bahan bakar.

Menurut Abdullah, langkah-langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dalam menyongsong pembahasan APBD 2027 yang akan dimulai pada Oktober mendatang.

Namun demikian, Abdullah berharap tim optimalisasi pendapatan yang dibentuk Pemprov Riau dapat segera aktif dan bekerja secara head to head bersama Pansus. Sinergi dinilai penting agar target peningkatan pendapatan bisa lebih terukur.

“Kita berharap tim optimalisasi pendapatan daerah di Pemprov ini juga segera aktif dan bisa bersinergi untuk lebih mendetailkan target kita 2027. Harus ada progresnya di 2026 ini, sampai bulan tiga ini kan belum kelihatan secara jelas,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa jika ingin melihat peningkatan pendapatan hingga dua digit pada 2027, maka pondasinya harus sudah terlihat sejak awal 2026. Pergerakan dan capaian pun, menurutnya, harus dapat dipantau dari bulan ke bulan.

Karena itu, Pansus mendorong tim optimalisasi pendapatan Pemprov Riau untuk segera berkolaborasi dengan Pansus DPRD agar target yang diinginkan, termasuk arahan Plt Gubernur untuk meningkatkan pendapatan daerah, dapat tercapai sesuai harapan.

Fokus pada Sektor Potensial

Beberapa sektor yang menjadi perhatian utama Pansus adalah:

  • Pajak air permukaan – Analisis terhadap potensi pendapatan dari sektor ini dilakukan untuk memastikan pengelolaan sumber daya air yang optimal.
  • Pajak bahan bakar – Kolaborasi dengan Pertamina dilakukan untuk mengidentifikasi peluang pendapatan dari sektor energi.
  • Pajak kendaraan bermotor – Studi mendalam dilakukan untuk memastikan bahwa pendapatan dari sektor ini dapat maksimal.

Pentingnya Sinergi antara Pansus dan Tim Optimalisasi

Sinergi antara Pansus dan tim optimalisasi pendapatan Pemprov Riau sangat penting untuk mencapai target peningkatan PAD. Dengan kerja sama yang baik, target-target yang ditetapkan dapat lebih mudah dicapai.

Selain itu, Pansus juga menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas dalam proses pengelolaan pendapatan daerah. Dengan data yang akurat dan terupdate, kebijakan yang diambil dapat lebih efektif dan berdampak nyata.

Tantangan dan Langkah Ke depan

Meskipun banyak langkah yang telah dilakukan, masih ada tantangan yang perlu dihadapi. Salah satunya adalah koordinasi antara berbagai instansi terkait. Tanpa koordinasi yang baik, upaya optimalisasi pendapatan daerah akan sulit mencapai hasil yang diharapkan.

Oleh karena itu, Pansus merekomendasikan adanya pertemuan rutin antara Pansus dan tim optimalisasi pendapatan Pemprov Riau. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua pihak memiliki visi yang sama dan saling mendukung dalam mencapai tujuan bersama.

Pos terkait