Wisata Baru Kota Serang: Arena Paralayang di Kelurahan Cibendung
Kota Serang, Banten, kini sedang bersiap untuk memiliki destinasi wisata baru yang menarik perhatian para penggemar olahraga ekstrem dan pecinta alam. Destinasi tersebut adalah arena paralayang yang akan berlokasi di Kelurahan Cibendung, Kecamatan Taktakan.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Serang tahun 2025, Kecamatan Taktakan memiliki luas wilayah sebesar 61,16 kilometer persegi, sementara Kelurahan Cibendung mencakup area seluas 4,61 kilometer persegi. Lokasi ini dipilih karena memiliki potensi alami yang sangat cocok untuk olahraga paralayang.
Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang, Zeka Bachdi, menjelaskan bahwa lokasi tersebut telah melalui survei oleh Pengurus Besar Paralayang Indonesia dan dinyatakan memenuhi standar nasional.
“Insya Allah sehabis lebaran ini sudah bisa uji coba terbang dan kita ternyata punya gunung untuk arena Paralayang,” kata Zeka pada Senin (2/3/2026).
Pengembangan arena paralayang ini tidak hanya menjadi satu-satunya destinasi wisata, tetapi juga akan terintegrasi dengan wisata susur sungai sebagai rangkaian destinasi wisata yang lengkap.
“Jadi kita bikin satu rangkaian, sehingga ada wisata datang itu tidak hanya ke Banten Lama saja. Setelah ke Banten Lama bisa susur sungai dan Paralayang,” jelasnya.
Untuk mendukung operasional wisata, pihak Disparpora telah berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan terkait peningkatan akses jalan menuju lokasi arena paralayang.
“Kita sudah koordinasi dengan Lurah Cibendung terkait jalan, memang akses sudah ada tinggal dirapihkan dengan dana kelurahan atau bantuan Pemkot Serang, kita akan komunikasikan,” tambah Zeka.
Dari titik start hingga garis finis, jarak tempuh paralayang diperkirakan sekitar 3 kilometer dengan durasi terbang antara 30 hingga 35 menit.
“Makannya kemarin survei dari Paralayang Indonesia sudah layak dan standar nasional,” ucap Zeka.
Tarif yang direncanakan untuk wisata paralayang tersebut sebesar Rp300 ribu per orang. Zeka menegaskan bahwa harga ini cukup murah dan sudah termasuk biaya alat serta pemandu.
“Tarif Rp300 ribu itu sudah murah. Kalau untuk alat Paralayang nanti ada investor masuk dari Pengurus Paralayang Indonesianya,” tegasnya.
Fasilitas dan Persiapan Tambahan
Selain fasilitas utama seperti alat paralayang dan pemandu, pihak Disparpora juga sedang merancang beberapa fasilitas pendukung lainnya. Beberapa di antaranya adalah:
- Area parkir yang cukup luas
- Spot foto dan pengambilan video untuk wisatawan
- Tempat istirahat dan penginapan sederhana bagi para pengunjung
Tidak hanya itu, pihak Disparpora juga sedang mengajukan anggaran tambahan untuk pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalur jalan yang lebih aman dan nyaman. Hal ini dilakukan agar wisatawan dapat merasa lebih nyaman saat berkunjung ke lokasi.
Potensi Wisata dan Dampak Ekonomi
Arena paralayang ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat. Selain sebagai destinasi wisata, arena ini juga bisa menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan alam.
Beberapa pelaku usaha lokal juga mulai menyiapkan produk-produk unik yang bisa dibeli oleh wisatawan. Contohnya adalah souvenir khas Banten dan makanan tradisional yang bisa dinikmati sebelum atau setelah melakukan aktivitas paralayang.
Dengan adanya arena paralayang, diharapkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Serang akan meningkat. Ini juga akan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat setempat, baik dalam bidang pariwisata maupun pelayanan umum.





