Pemerintah Papua Selatan Diapresiasi dalam Penanganan Pengungsi Pasca-Insiden
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk memberikan apresiasi terhadap respons cepat yang ditunjukkan oleh Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan para bupati di wilayah tersebut dalam menangani para pengungsi, termasuk guru dan tenaga kesehatan yang sedang bertugas pasca-insiden penembakan terhadap dua pilot pesawat. Respons sigap ini dinilai penting untuk menjaga keselamatan aparatur serta memastikan pelayanan publik tetap berjalan.
Ribka menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur Papua Selatan dan para bupati se-wilayah Papua Selatan yang telah cepat melakukan langkah-langkah penanganan terhadap para pengungsi, termasuk guru dan tenaga kesehatan yang sedang mengabdi. Ia menekankan bahwa koordinasi cepat antara pemerintah daerah (Pemda) dan unsur terkait menjadi kunci dalam penanganan awal situasi di lapangan.
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga terus membangun komunikasi intensif guna memastikan langkah lanjutan berjalan terarah dan terkoordinasi. Ribka menegaskan bahwa Kemendagri akan terus membangun koordinasi dengan pihak pemerintah daerah untuk langkah-langkah penanganan selanjutnya.
Selain penanganan pengungsi, Ribka menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan layanan dasar bagi masyarakat. Ia meminta agar aktivitas pendidikan dan pelayanan kesehatan tetap berjalan, termasuk melalui fasilitas yang tersedia di wilayah Provinsi Papua Pegunungan dan Papua Selatan.
Ribka juga mengingatkan seluruh pihak agar menjaga situasi tetap aman dan terkendali demi mencegah kepanikan di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh unsur pimpinan daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Majelis Rakyat Papua (MRP), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta tokoh agama dan tokoh masyarakat di Papua Selatan dan Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, untuk bersama-sama menjaga ketenangan publik.
Sejalan dengan upaya menjaga keselamatan aparatur dan memastikan situasi tetap terkendali, Pemerintah Provinsi Papua Selatan melaporkan adanya langkah antisipatif di sektor layanan kesehatan. Berdasarkan laporan Gubernur Papua Selatan, pelayanan kesehatan di empat puskesmas di Kabupaten Boven Digoel, yakni Puskesmas Yaniruma, Puskesmas Firiwage, Puskesmas Kombay, dan Puskesmas Manggelum, untuk sementara ditutup.
Para tenaga kesehatan di keempat Puskesmas telah dievakuasi ke Tanah Merah, ibu kota Kabupaten Boven Digoel. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, Pemda, dan seluruh elemen masyarakat, Ribka optimistis situasi tetap terkendali dan pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan sebagaimana mestinya.
Langkah-Langkah Penanganan yang Dilakukan
- Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan para bupati se-wilayah Papua Selatan menunjukkan respons cepat dalam menangani para pengungsi.
- Koordinasi antara pemerintah daerah dan unsur terkait menjadi kunci dalam penanganan awal situasi di lapangan.
- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus membangun komunikasi intensif dengan pihak pemerintah daerah untuk langkah-langkah penanganan selanjutnya.
- Layanan pendidikan dan kesehatan tetap dipertahankan, termasuk melalui fasilitas yang tersedia di wilayah Provinsi Papua Pegunungan dan Papua Selatan.
- Pemerintah Provinsi Papua Selatan melaporkan adanya langkah antisipatif di sektor layanan kesehatan, seperti penutupan sementara empat puskesmas di Kabupaten Boven Digoel.
- Para tenaga kesehatan di keempat puskesmas telah dievakuasi ke Tanah Merah, ibu kota Kabupaten Boven Digoel.





