Pasca-serangan ke Iran, Pesawat Tempur F-15 AS Jatuh di Kuwait, Muncul Drone Misterius

99966299 C0e050ae 698f 4072 A278 688cc1eb6b62 2
99966299 C0e050ae 698f 4072 A278 688cc1eb6b62 2

Insiden Jatuhnya Pesawat F-15 di Wilayah Kuwait

Pada hari Senin (2/3/2026), sebuah pesawat tempur F-15 milik Amerika Serikat (AS) dilaporkan jatuh di wilayah Kuwait setelah melakukan serangan ke Iran. Insiden ini terjadi setelah AS dan Israel melakukan serangan besar-besaran ke wilayah Iran, memicu ketegangan yang semakin memburuk di kawasan tersebut.

Dalam beberapa rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat pesawat tersebut terbakar dan berputar sebelum akhirnya jatuh ke tanah. Beruntung, kedua pilot yang berada di dalam pesawat berhasil melompat keluar sesaat sebelum pesawat menghantam permukaan bumi. Laporan dari koresponden lapangan menyebutkan bahwa awak pesawat terdiri dari seorang pria dan seorang wanita. Keduanya kini sedang dalam penanganan medis dan dalam kondisi stabil.

Lokasi kejadian berada di area gurun sebelah barat Al Jahra. Saat ini, lokasi jatuhnya pesawat di sepanjang Lebuh Raya 70 telah disterilkan oleh petugas keamanan untuk proses investigasi lebih lanjut. Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak militer AS (CENTCOM) maupun otoritas pertahanan Kuwait belum memberikan pernyataan resmi mengenai penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Banyak spekulasi muncul mengenai apakah kecelakaan ini disebabkan oleh kegagalan teknis atau faktor eksternal seperti serangan. Sementara itu, insiden jatuhnya jet F-15 ini bertepatan dengan laporan adanya serangan drone misterius yang menyasar wilayah Kuwait City. Juru bicara militer Kuwait, Brigadir Jenderal Mohammad al-Mansouri, mengonfirmasi bahwa pasukan pertahanan udara mereka berhasil menjatuhkan sejumlah drone yang mendekati wilayah pemukiman di Salwa dan Hawally.

“Pasukan Pertahanan Udara telah menetralisir mayoritas ancaman drone yang mendekati wilayah ibu kota,” ujar Al-Mansouri melalui kantor berita negara. Situasi di Kuwait saat ini masih dalam pengawasan ketat.

Klaim Iran tentang Rudal yang Menyerang USS Abraham Lincoln

Klaim Iran mengenai serangan rudal balistik yang menargetkan kapal induk USS Abraham Lincoln langsung dibantah oleh pihak AS. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan empat rudal balistik yang menyasar USS Abraham Lincoln. Pihak Iran bahkan sesumbar bahwa wilayah darat dan laut akan menjadi “kuburan” bagi pasukan yang mereka sebut sebagai agresor teroris.

Namun, Komando Pusat AS (CENTCOM) menegaskan bahwa pernyataan Teheran adalah “kebohongan besar”. Dalam keterangan resminya, pihak militer AS menegaskan bahwa rudal-rudal Iran sama sekali tidak mengenai sasaran. “Rudal-rudal yang diluncurkan bahkan tidak berada di posisi yang dekat dengan USS Abraham Lincoln,” tulis pernyataan CENTCOM.

Pihak AS menambahkan bahwa kapal induk tersebut masih beroperasi normal dan terus meluncurkan jet tempur untuk mendukung operasi militer di kawasan tersebut. Konflik ini merupakan babak baru dari operasi gabungan AS-Israel yang dimulai sejak Sabtu lalu. Serangan udara besar-besaran tersebut dilaporkan telah menewaskan sejumlah petinggi tinggi Iran, termasuk pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran mulai menggencarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal ke pangkalan-pangkalan AS dan beberapa titik di negara Teluk.

Tindakan Militer dan Perkembangan Terkini

Sementara itu, pihak militer AS dan Kuwait terus memantau situasi secara ketat. Pihak berwenang sedang melakukan investigasi untuk mengetahui apakah pesawat F-15 tersebut tengah menjalankan misi tempur atau latihan rutin saat insiden terjadi. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai hal tersebut.

Selain itu, para pejabat militer terus berkoordinasi untuk mengantisipasi potensi ancaman lanjutan. Pasukan pertahanan udara Kuwait juga meningkatkan kewaspadaan mereka guna menghadapi kemungkinan serangan berikutnya.

Insiden ini menunjukkan betapa sensitifnya situasi di kawasan Timur Tengah, terutama setelah peningkatan aktivitas militer oleh berbagai pihak. Masyarakat internasional tetap mengawasi perkembangan terkini dengan cermat.

Pos terkait